Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.
Adapun Rupiah turun 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp18.095 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.082 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp18.100
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global terkait AI oleh respon negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu AS," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, 6 November 2026.
Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan masih terbatas.
Hal ini didukung oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 yang lebih kuat dari perkiraan.
Baca juga: Rupiah Rabu Pagi Dibuka Menguat Tipis ke Rp18.132 per Dolar AS
"Namun perlemahan mungkin akan terbatas oleh dukungan data PDB Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis Kamis," lanjutnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan yoy pada kuartal III 2026.
Nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist