Ntvnews.id, Banda Aceh - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis, 5 November 2026.
Adapun Rupiah naik 98 poin atau 0,54 persen ke level Rp18.070 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.168 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, penguatan rupiah didorong oleh penurunan tajam harga minyak dunia seiring meningkatnya harapan berakhirnya perang antara AS dan Iran.
Baca Juga: Rupiah Rabu Pagi Dibuka Menguat Tipis ke Rp18.132 per Dolar AS
Harapan tersebut muncul setelah Partai Demokrat memenangkan mayoritas di Kongres dan Senat AS.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan tajam pada harga minyak dunia oleh harapan berakhirnya perang AS-Iran setelah partai Demokrat memenangkan mayoritas di kongres dan senat AS," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 5 November 2026.
Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 yang dijadwalkan diumumkan siang ini.
Data Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dicermati investor untuk melihat kondisi perekonomian domestik.
"Investor menantikan data PDB kuartal IIi Indoneisa yang akan dirilis siang ini," jelasnya.
Baca Juga: Gubernur BI Buka Suara soal Rupiah Melemah ke Rp18.100-an per Dolar AS
Nilai tikar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist