Ntvnews.id, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro memperkuat jejaringindustri perkeretaapian global melalui partisipasi dalam 2026 International Railway Procurement Briefing & 1:1 Business Meetings di Korea Selatan.
Dalam forum tersebut, Vice President Procurement Division Jakpro, Rizal Zainuddin Chaniago, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk“RailwayProcurement: Procedures, Participation & Opportunities.”
Paparan tersebut membahas tata kelola pengadaan perkeretaapian, mekanisme partisipasi penyedia lokal dan internasional, kesiapan dokumen penawaran, evaluasi penyedia, serta pengendalian kontrak.
Kehadiran Jakpro bertujuan memperoleh referensi teknologi dan praktik terbaik, membangunpemahaman terhadap kapasitas pasar global, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan pelakuindustri perkeretaapian Korea Selatan. Melalui sesi pertemuan satu lawan satu, Jakpro menggaliinformasi mengenai pengalaman proyek, sertifikasi, dukungan Original Equipment Manufacturer atau OEM, interoperabilitas sistem, waktu pengiriman, layanan lokal, pelatihan, pemeliharaan, ketersediaan suku cadang, dan biaya sepanjang umur aset.
Jakpro Perkuat Jejaring Industri Perkeretaapian Global melalui Forum Internasional di Korea Selatan. (JakPro)
Agenda tersebut juga membuka akses pengetahuan terhadap ekosistem perkeretaapian Korea Selatan, termasuk pengembangan kereta perkotaan, persinyalan, elektrifikasi, otomasi operasi, pengujian dan sertifikasi, keselamatan, teknologi rendah karbon, serta pemeliharaan infrastrukturberbasis data dan kecerdasan artifisial.
“Partisipasi Jakpro merupakan bagian dari penjajakan pasar dan pertukaran pengetahuan. Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga aman, terintegrasi, mudah dipelihara, memiliki dukungan jangka panjang, serta memberikan nilaiterbaik sepanjang umur aset,” ujar Rizal Zainuddin Chaniago dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2026.
Kehadiran VP Procurement Jakpro memberikan nilai strategis karena setiap teknologi dapatditinjau sekaligus dari aspek kepatuhan, kesiapan pasar, kewajaran harga, dukungan OEM, risikokontraktual, layanan purnajual, pengembangan kapasitas lokal, serta total cost of ownership. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kualitas perencanaan pengadaan dan pengelolaankontrak proyek transportasi publik Jakpro.
Hasil kegiatan di Korea Selatan akan ditindaklanjuti melalui pemetaan kapabilitas pemasok, penguatan kajian pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunankebutuhan pengadaan yang lebih objektif, kompetitif, transparan, dan akuntabel. Pengetahuanyang diperoleh juga diharapkan mendukung transfer teknologi, penguatan layanan teknis dan pemeliharaan di dalam negeri, serta peningkatan keterlibatan pelaku industri nasional.
Jakpro Perkuat Jejaring Industri Perkeretaapian Global melalui Forum Internasional di Korea Selatan (JakPro)
Dalam forum tersebut, Jakpro turut menyampaikan konteks pengembangan LRT Jakarta Fase 1C koridor Manggarai–Dukuh Atas. Kebutuhan lanjutan yang berkaitan dengan sistemperkeretaapian, rolling stock, sistem stasiun, serta peralatan inspeksi dan pemeliharaan masihbersifat indikatif serta tunduk pada kajian, persetujuan, kesiapan pendanaan, dan proses pengadaan resmi.
Jakpro menegaskan bahwa forum dan pertemuan bisnis tersebut bersifat eksploratif. Kegiatan inibukan undangan tender, proses prakualifikasi, penunjukan penyedia, atau komitmen pembelian. Seluruh peluang pengadaan akan dilaksanakan melalui saluran resmi dengan menjunjung prinsiptransparansi, persaingan sehat, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Melalui partisipasi ini, Jakpro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengadaan yang profesional dan berorientasi pada nilai manfaat, guna mendukung pembangunan transportasipublik Jakarta yang aman, modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global.*
Jakpro Perkuat Jejaring Industri Perkeretaapian Global melalui Forum Internasional di Korea Selatan (JakPro)