Danantara Sebut Penggabungan Kawasan Industri Jadi Kunci Pacu Investasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 15:09
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis (8/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memandang bahwa langkah penggabungan atau merger kawasan-kawasan industri di tanah air memegang peranan krusial dalam mendongkrak minat serta akselerasi arus investasi masuk ke Indonesia.

“Kita ingin mendorong terjadi percepatan investasi untuk masuk ke Indonesia. Kita juga melakukan review kembali business model daripada kawasan industri kita,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, Kamis (8/10).

Dony mengungkapkan bahwa Danantara saat ini tengah mematangkan persiapan untuk meluncurkan perusahaan induk (holding) baru bernama PT Kawasan Industri Indonesia. Perusahaan ini nantinya akan mengonsolidasikan dan mengelola total 23 kawasan industri di berbagai daerah.

“Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger, diharapkan nanti tanggal 5 November, akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate. Kita menjadi satu perusahaan industrial estate,” jelasnya.
 

Lebih lanjut, Dony memaparkan bahwa langkah strategis yang diambil tidak sekadar melakukan konsolidasi administratif terhadap 23 perusahaan kawasan industri tersebut, melainkan juga dibarengi dengan evaluasi menyeluruh terhadap model bisnis masing-masing entitas.

Melalui transformasi ini, paradigma pengelolaan lahan ke depan akan diubah secara signifikan, di mana kepemilikan atau penjualan tanah tidak lagi menjadi sumber pendapatan utama perusahaan. Sebaliknya, pundi-pundi pendapatan akan didorong melalui penyediaan fasilitas terintegrasi yang lengkap bagi para investor.

“Tidak hanya terjadi konsolidasi tetapi kita juga me-review bisnis model-nya, di mana ke depannya, tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi pendapatannya (juga) akan datang dari fasilitas yang kita sediakan. Karena itu pemerintah sudah menyiapkan satu integrated kawasan industri,” terang Dony.

Dalam operasional bisnisnya ke depan, PT Kawasan Industri Indonesia akan menerapkan sejumlah pendekatan strategis yang mencakup penguatan pembangunan infrastruktur, optimalisasi pemasaran kawasan, serta peningkatan kualitas layanan bagi para investor.
 

“Sehingga dengan demikian, kita menjadi cukup kompetitif, dan bahkan sangat kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di sekitar Indonesia,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN tersebut.

Melalui konsolidasi besar-besaran ini, Danantara menargetkan Indonesia dapat bertransformasi menjadi pengelola kawasan industri terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan total luas lahan mencapai 35 ribu hektare, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing nasional sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja formal bagi masyarakat luas.

“Pada prinsipnya kurang lebih demikian. Kita justru mendorong mereka untuk masuk sebanyak mungkin supaya lebih kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak bagi rakyat Indonesia,” kata Dony.

Selain itu, pembentukan PT Kawasan Industri Indonesia juga menandai babak baru dalam penataan ulang portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan pemisahan lini bisnis ini, PT Danareksa (Persero) nantinya akan dikembalikan fungsinya secara murni sebagai perusahaan pengelola aset (asset management), sementara sektor kawasan industri akan berdiri sendiri sebagai entitas bisnis yang fokus dan profesional.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close