Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan langkah pemerintah Amerika Serikat membeli kembali obligasi pemerintah atau buyback bond memiliki tujuan yang sama dengan kebijakan yang dilakukan Indonesia yaitu menjaga likuiditas dalam sistem perekonomian.
Hal tersebut menyusul langkah Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah tenor panjang untuk memberikan dukungan likuiditas di pasar obligasi.
Purbaya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat meniru langkah Indonesia dalam melakukan kebijakan tersebut.
"Memang standar internasional, mungkin Amerika niru kita juga tuh nah berhasil dia ikut," ucap Purbaya, Kamis 20 Agustus 2026.
Baca juga: Purbaya Luruskan soal Dana Rp44 Miliar untuk NTT Bukan Anggaran Baru
Lanjut kata Purbaya, intervensi pemerintah melalui kebijakan tertentu dapat dilakukan ketika likuiditas dalam sistem perekonomian mengalami tekanan.
Menurutnya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah menjaga agar likuiditas tetap tersedia sehingga aktivitas ekonomi tidak terganggu.
"Jadi kalau pemerintah melihat di mana-mana ya likuiditasnya terganggu, dia akan melakukan segala cara yang halal, yang bisa dilakukan untuk memastikan ekonominya tidak terganggu," lanjutnya.
Baca juga: Purbaya Sebut Sengketa Investasi INA-Kimia Farma Tak Bebani APBN
Ia menegaskan bahwa kebijakan yang ditempuh AS tersebut memiliki tujuan yang sama dengan langkah Indonesia dalam menjaga likuiditas.
"Jadi yang kita lakukan sama dengan Amerika lakukan, dalam hal ini kita lebih duluan, mungkin Amerika nyontek," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait rencana pemerintah membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 10. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)