Ntvnews.id, Jakarta - YouTube resmi menetapkan persyaratan baru bagi para kreator konten yang ingin memperoleh pendapatan dari tayangan iklan dan jumlah pelanggan (subscriber) mulai 1 Februari.
Dikutip dari Tech Crunch, Selasa, 11 Agustus 2026, menyebutkan bahwa kreator baru yang ingin mulai memonetisasi kontennya kini wajib mengumpulkan minimal 8.000 jam tayang dalam kurun 12 bulan terakhir atau mencatatkan 20 juta penayangan Shorts dalam rentang waktu 90 hari terakhir.
Ketentuan terbaru ini jauh lebih ketat dibandingkan regulasi sebelumnya. Syarat lama hanya mematok batas minimal 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang dalam satu tahun terakhir, atau 1.000 subscriber dengan 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari.
Meski demikian, YouTube memastikan bahwa penyesuaian batas minimal tersebut tidak akan memengaruhi kreator lama yang sudah lebih dulu terdaftar dalam YouTube Partner Program (YPP).
Di samping itu, untuk tetap mendapatkan bagian pendapatan dari program Shorts Creators Pool, kreator wajib mempertahankan performa video mereka setidaknya 10 juta penayangan Shorts dalam periode 90 hari.
Bagi kanal yang belum berhasil memenuhi ambang batas penayangan Shorts tersebut, platform video milik Google ini tetap mengizinkan mereka bertahan dalam program mitra. Mereka masih bisa mengantongi pendapatan dari konten video berdurasi panjang, sementara bagi hasil dari Shorts baru akan diaktifkan kembali setelah kanal berhasil menyentuh kembali target 10 juta penayangan dalam 90 hari.
Perubahan skema monetisasi ini digulirkan guna mengimbangi lonjakan trafik YouTube yang kian masif. Saat ini, penayangan Shorts telah menembus lebih dari 200 miliar kali per hari, dengan total durasi menonton melalui layar televisi melampaui 1 miliar jam setiap harinya.
Bersamaan dengan kebijakan monetisasi baru tersebut, YouTube turut memperluas jangkauan layanan berlangganan Premium Lite ke seluruh negara yang telah memiliki layanan YouTube Premium.
Paket Premium Lite menyuguhkan opsi menonton tanpa gangguan iklan pada sebagian besar konten video, lengkap dengan fitur pengunduhan video untuk ditonton secara luring (offline) serta pemutaran di latar belakang (background play).
Mengenai pembagian hasil, YouTube menetapkan skema kompensasi berdasarkan durasi menonton dan akumulasi penayangan dari pelanggan Premium. Kreator video berdurasi panjang memperoleh bagian sebesar 55 persen, sedangkan bagi hasil untuk kreator Shorts ditetapkan sebesar 45 persen.
Pihak YouTube menilai bahwa ekspansi pelanggan Premium ini berpotensi mendongkrak pemasukan kreator secara signifikan. Pasalnya, mitra secara statistik mencatatkan pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dari pengguna berbayar dibandingkan dari pengguna yang menonton video dengan tayangan iklan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Logo YouTube di perangkat seluler (Antara)