Ntvnews.id, Jakarta - Google mulai memperketat sistem rekomendasi di YouTube Shorts.
Raksasa teknologi tersebut tengah melakukan perubahan pada algoritma agar lebih memprioritaskan video orisinal dan konten yang memberikan nilai tambah, sekaligus mengurangi distribusi video hasil unggahan ulang atau reupload.
Melansir Phone Arena, Senin (5/10/2026), langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas konten yang muncul di beranda pengguna YouTube Shorts.
Google juga ingin memberikan peluang lebih besar bagi kreator yang menghasilkan karya orisinal untuk mendapatkan jangkauan dan berkembang di platform.
Selama ini, sistem rekomendasi YouTube menggunakan berbagai sinyal untuk menentukan video yang ditampilkan kepada pengguna.
Faktor yang dipertimbangkan antara lain riwayat tontonan, minat terhadap topik tertentu, serta berbagai sinyal lain yang membantu YouTube mencocokkan konten dengan preferensi penonton.
Kini, Google ingin memastikan konten yang mendapatkan distribusi lebih besar bukan sekadar video milik orang lain yang diunggah kembali tanpa perubahan berarti.
YouTube Shorts Reupload Bakal Dikurangi Jangkauannya
Google menargetkan akun-akun yang sebagian besar mengunggah kembali video buatan kreator lain, terutama akun yang mengandalkan tema tertentu tetapi tidak memberikan perubahan atau kontribusi signifikan terhadap konten aslinya.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah video berisi panggilan telepon iseng atau prank call.
Di YouTube Shorts, pengguna mungkin menemukan banyak video panggilan iseng yang sebenarnya merupakan potongan atau salinan dari konten asli yang sebelumnya diproduksi oleh stasiun radio Seattle, MOViN 92.5.
Konten tersebut awalnya dibuat oleh tim pagi stasiun radio, Brooke dan Jubal, yang kemudian dikenal sebagai Brooke dan Jeffrey setelah Jubal meninggalkan stasiun tersebut.
Sejumlah kanal kemudian mengunggah kembali rekaman panggilan tersebut dalam berbagai bentuk.
Ada yang menambahkan teks, menampilkan rekaman orang sedang mengemudi sambil memutar audio, atau melakukan sedikit perubahan pada video.
Namun, menurut Google, perubahan semacam itu belum tentu cukup untuk membuat sebuah konten dianggap orisinal.
Artinya, video yang hanya menempelkan konten milik kreator lain dengan tambahan visual sederhana berpotensi mendapatkan prioritas distribusi yang lebih rendah di YouTube Shorts.
Baca Juga: Trump Tunjuk Bos Intelijen AS Pimpin Strategi AI, Targetnya Kalahkan China
Google Dorong Kreator Tambahkan Sudut Pandang Sendiri
Google menegaskan bahwa kreativitas merupakan bagian penting dari YouTube. Karena itu, kreator tidak cukup hanya melakukan perubahan teknis kecil, mengganti template, atau menambahkan elemen visual sederhana pada video yang sudah ada.
Kreator justru didorong untuk menghadirkan sudut pandang, narasi, komentar, atau nilai tambah mereka sendiri.
Dengan kata lain, Google ingin kreator tidak hanya menjadi pengunggah ulang, tetapi juga berperan sebagai pembuat konten yang mampu memberikan perspektif baru kepada penonton.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat YouTube Shorts menjadi lebih menarik sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi kreator yang benar-benar memproduksi konten orisinal.
Berdampak pada Jangkauan hingga Pendapatan Kreator
Perubahan sistem rekomendasi ini berpotensi memberikan dampak langsung bagi sejumlah kanal yang selama ini mengandalkan konten reupload.
Ketika sebuah video mendapatkan distribusi lebih rendah, peluang video tersebut muncul di beranda pengguna juga dapat berkurang.
Pada akhirnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi jumlah penayangan dan pendapatan kreator yang bergantung pada performa konten.
Google menyadari bahwa perubahan algoritma dapat membuat sebagian kanal mengalami penurunan distribusi. Namun, perusahaan menilai kebijakan tersebut sejalan dengan upaya mereka untuk mendorong ekosistem YouTube yang lebih banyak memberikan ruang bagi konten orisinal.
Bagi kreator YouTube Shorts, pesan Google cukup jelas, yakni jangan hanya mengambil konten orang lain lalu melakukan perubahan kecil. Tambahkan cerita, opini, analisis, atau kreativitas yang benar-benar berasal dari diri sendiri.
Google akan menjadi salah satu pihak yang perlu dipantau untuk melihat sejauh mana perubahan sistem rekomendasi ini mampu meningkatkan kualitas konten YouTube Shorts sekaligus memberikan dampak bagi kreator orisinal.
Ilustrasi. Aplikasi YouTube. (Foto: Dok/Dado Ruvic/Reuters)