Ntvnews.id, Jakarta - Nusantara TV bersama Bank Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Senin 5 Oktober 2026.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menyebut populasi muslim Indonesia yang besar merupakan salah satu modal penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Menurutnya Indonesia memiliki penduduk usia muda yang menjadi keunggulan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kita Indonesia ya, dengan populasi muslim yang sangat besar ya, tentunya ini suatu endowment, suatu karunia ya. Sama kita juga bicara mengenai demografi yang dipenuhi oleh struktur penduduk dengan usia muda ya. Ini juga suatu privilege," ucap Solikin dalam sambutannya.
Baca juga: Seminar Nasional 2026, Randy Tampubolon Ungkap Peran Nusantara TV dalam Ekonomi Syariah
Meski demikian, Solikin menilai besarnya populasi muslim dan bonus demografi saja belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya berbagai potensi tersebut harus diintegrasikan dengan kekuatan lain yang dimiliki Indonesia, termasuk potensi ekonomi dan keuangan syariah, serta kemajuan teknologi.
Ia menegaskan integrasi tersebut dinilai dapat membangun modal sosial yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
“Nah modal sosial ini yang tidak dimiliki atau jarang dimiliki oleh negara-negara lain. Dan kita bersyukur Indonesia memiliki modal sosial itu di dalam upaya kita untuk bisa menjadikannya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” lanjutnya.
Baca juga: Dirut NTV Randy Tampubolon: Indonesia Masuk 4 Besar Dunia dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
Solikin menilai modal sosial tersebut dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Dalam seminar tersebut, Bank Indonesia dan Nusantara TV menghadirkan sejumlah ahli dan praktisi ekonomi syariah untuk membahas langkah nyata mempercepat transformasi ekonomi syariah Indonesia dan terdapat panel Diskusi 'Dari Visi Menuju Aksi: Mempercepat Transformasi Ekonomi Syariah Indonesia'.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro