OJK Respons Rencana Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 15:10
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara mengenai kabar Masjid Istiqlal masuk ke dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf produktif.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan di internal OJK.

"Kami sedang melakukan pembahasan itu. Tapi pada prinsipnya tentu jika ini bersinggungan dengan katakanlah pengelolaan dana dan sebagainya yang nanti memenuhi persyaratan. Kita lihat kira-kira sektor terkait mana yang harus diperhatikan sebagai landasan pengaturannya," ucap Hasan di BEI, Senin 10 Agustus 2026..

Menurutnya jika pengelolaan dana tersebut memenuhi persyaratan dan membutuhkan aturan khusus, OJK akan mempertimbangkan penerbitan regulasi terkait.

Baca juga: Masjid Istiqlal Siapkan Lebih dari 10 Ribu Paket Daging Kurban Idul Adha 1447 H

"Dalam hal ini diperlukan dan diberikan mandat. Nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini," lanjutnya. 

Hasan menegaskan, setiap kegiatan investasi yang melibatkan masyarakat harus mengedepankan prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta perlindungan bagi masyarakat dan investor.

"Pada prinsipnya tentu apapun kegiatan investasi bersinggungan dengan masyarakat secara umum kita harapkan tetap mengedepankan aspek transparansi dengan bentuk pengelolaan yang baik dengan tata kelola yang baik," ungkap Hasan.

"Kemudian juga pada akhirnya kita semua harus memperhatikan dan mengedepankan pelindungan bagi para masyarakat konsumen terutama investor," tandasnya.

Baca juga: Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 30,06 Juta SID, OJK Catat Kenaikan 47,63 Persen

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama yang masuk ke ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf produktif.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

“Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal. Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat,” ungkap Nasaruddin.

Menurutnya dana tersebut tidak ditempatkan dengan skema deposito, melainkan dikelola sebagai wakaf produktif. Sebagian keuntungan dari pengelolaan investasi tersebut kemudian dikembalikan kepada umat melalui berbagai program yang dijalankan Masjid Istiqlal.

HIGHLIGHT

x|close