Pertamina Pastikan Isu Kenaikan Harga Pertalite di Medsos adalah Hoaks

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 14:04
thumbnail-author
Muhammad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip- Salah satu SPBU di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong tampak lengang karena belum ada masyarakat datang mengisi BBM, Rabu (16/9/2026). Arsip- Salah satu SPBU di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong tampak lengang karena belum ada masyarakat datang mengisi BBM, Rabu (16/9/2026). (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga secara tegas menyatakan bahwa informasi mengenai rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang saat ini beredar luas di media sosial merupakan berita bohong atau hoaks.

“Tidak ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Jumat.

Menyikapi peredaran sebuah poster digital yang mengklaim adanya kenaikan harga Pertalite terhitung mulai 26 September 2026, pihak Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tersebut.

Lilik mengemukakan bahwa informasi resmi mengenai penetapan harga dan layanan distribusi BBM dapat dicek secara langsung oleh publik melalui kanal Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135 serta situs web resmi https://pertaminapatraniaga.com.

Ia menegaskan bahwa Pertamina terus berkomitmen penuh dalam menjalankan penyaluran BBM sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku, serta memastikan tidak ada bentuk pengurangan pasokan di lapangan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan (panic buying) hanya karena terpancing oleh desas-desus mengenai kenaikan harga yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Pembelian BBM dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Pertamina juga memastikan bahwa proses penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Pulau Sulawesi berlangsung secara kondusif. Meskipun di sejumlah daerah masih kerap terdapat antrean pada waktu-waktu tertentu, pihak Pertamina telah melakukan penyesuaian pola distribusi untuk menjaga ketersediaan pasokan energi.

Khusus di wilayah Sulawesi Tenggara, Lilik menyebutkan bahwa penyaluran BBM sudah terbilang kondusif dengan rata-rata distribusi harian sepanjang bulan September tercatat meningkat sekitar 22,7 persen, jika dibandingkan dengan rata-rata distribusi normal pada periode Januari hingga Mei 2026.

“Kami melakukan penambahan jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, maupun berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menertibkan pengecer,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Puji Inovasi BBM dari Sawit

Sementara itu, di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Utara, dan Gorontalo, kepadatan antrean kendaraan yang mengisi BBM di area SPBU masih kerap terjadi pada waktu-waktu sibuk pendistribusian Biosolar. Merespons hal tersebut, Pertamina melakukan langkah intervensi melalui peningkatan pasokan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.

“Sedangkan wilayah Sulawesi Selatan dan Barat kondisi antrean di SPBU saat ini sudah normal, meski begitu Pertamina tetap melakukan penguatan pasokan dengan penambahan suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen,” tutur Lilik.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah memberikan jaminan resmi bahwa harga BBM bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

(Sumber: ANTARA)

x|close