Ntvnews.id, Jakarta - Di tengah disrupsi teknologi dan transisi energi, Elnusa membuktikan bahwa inovasi terbaik selalu berawal dari manusia. Investasi pada sumber daya manusia menjadi fondasi perusahaan menjaga daya saing sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Teknologi bisa dibeli. Mesin bisa diganti. Tetapi manusia yang mampu mengoperasikan, mengembangkan, dan menciptakan inovasi baru tidak pernah lahir secara instan."
Kalimat itu mungkin menjadi gambaran paling tepat untuk menjelaskan perjalanan PT Elnusa Tbk memasuki usia ke-57 tahun. Di tengah derasnya arus transformasi energi global, digitalisasi industri, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Elnusa memilih satu strategi yang mungkin tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi justru menjadi fondasi seluruh keberhasilannya: membangun manusia.
Perusahaan jasa energi terintegrasi yang menjadi bagian dari Subholding Upstream Pertamina itu memahami bahwa masa depan industri energi tidak hanya ditentukan oleh investasi pada teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi tersebut.
Pilihan itu terbukti menjadi keputusan strategis.
Ketika banyak perusahaan berlomba menghadirkan inovasi, Elnusa justru memastikan setiap inovasi memiliki fondasi berupa kompetensi, kepemimpinan, budaya belajar, serta ekosistem kerja yang terus berkembang. Bagi Elnusa, teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat yang harus dijalankan oleh manusia yang kompeten.
Direktur SDM dan Umum PT Elnusa Tbk Hera Handayani menegaskan transformasi perusahaan tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi.
"Transformasi yang kami dorong tidak hanya bertumpu pada teknologi dan inovasi, tetapi juga pada kesiapan SDM yang mampu mengoptimalkan keduanya. Melalui pengembangan kompetensi yang terarah, kami ingin memastikan Elnusa memiliki talenta yang unggul, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika industri energi," ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar slogan.
Di balik operasional Elnusa yang mendukung industri hulu migas nasional, terdapat sistem pengembangan kompetensi yang dibangun secara menyeluruh. Perusahaan menerapkan metode pembelajaran 70:20:10, yakni 70 persen melalui pengalaman langsung di lapangan, 20 persen melalui coaching dan mentoring, serta 10 persen melalui pembelajaran formal.
Baca Juga: Elnusa Raih Skor Tinggi ACGS 2025, Perkuat Posisi Tata Kelola Berstandar Global
Pendekatan ini membuat proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Para pekerja memperoleh pengalaman nyata menghadapi tantangan operasional sekaligus memahami perkembangan teknologi terbaru yang menjadi bagian dari transformasi industri energi.
Untuk memastikan kompetensi benar-benar sesuai kebutuhan bisnis, Elnusa membangun Wireline School dan Drilling Support Services School. Kedua program tersebut menjadi "pabrik talenta" yang menyiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan operasional perusahaan.
Tidak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan Elnusa Leader Development Program (ELDP) guna melahirkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan strategis di tengah ketidakpastian industri energi.
Semua proses tersebut diperkuat melalui Learning Management System (LMS) yang memungkinkan pembelajaran berlangsung secara digital, fleksibel, dan berkelanjutan.
Langkah ini menunjukkan bahwa investasi terbesar Elnusa bukan hanya pada alat atau teknologi, melainkan pada manusia yang mampu menciptakan nilai tambah melalui teknologi.
Hasilnya mulai terlihat.
Pada April 2026, Elnusa memperoleh penghargaan The Best Human Capital 2026 dalam ajang Indonesia Human Capital Awards. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan perusahaan membangun sistem talent management yang terintegrasi, pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, serta budaya organisasi yang adaptif.
Tidak hanya perusahaan induk, anak usaha PT Elnusa Petrofin juga memperoleh penghargaan sebagai perusahaan yang berhasil mendorong regenerasi talenta muda melalui sistem rekrutmen yang akuntabel dan inklusif.
Bagi Hera Handayani, penghargaan tersebut merupakan konsekuensi dari komitmen perusahaan menempatkan manusia sebagai aset paling penting.
"Komitmen kami adalah membangun SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Melalui penguatan sistem talent management yang terstruktur serta berbagai program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, kami memastikan setiap Perwira Elnusa memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan," katanya.
PT Elnusa Tbk merealisasikan capex Rp566 miliar atau 95% dari target 2025 untuk memperkuat teknologi dan efisiensi operasional. (Istimewa)
Keberhasilan pengembangan SDM ternyata berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan.
Sepanjang 2025, produktivitas pekerja yang diukur melalui revenue per full-time equivalent (FTE) meningkat 3,3 persen dibanding tahun sebelumnya atau mencapai 103 persen dari target perusahaan.
Efisiensi operasional juga mengalami peningkatan. Waktu proses pengadaan (PR–PO) berhasil dipercepat hingga 25 persen, sementara penghematan biaya mencapai 6,5 persen. Di sisi tata kelola, perusahaan menuntaskan 100 persen Talent Review Meeting, 100 persen Business Process Mapping & RASCI, serta menjaga 100 persen keamanan data melalui transformasi digital.
Elnusa juga mulai membangun fondasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Seluruh capaian tersebut memperlihatkan bahwa investasi pada manusia menghasilkan manfaat yang terukur bagi bisnis.
Namun, keberhasilan perusahaan tidak berhenti pada produktivitas.
Di tengah tingginya tekanan industri energi, Elnusa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan pekerja.
Melalui berbagai program kesehatan fisik, kesehatan mental, pengembangan kompetensi, hingga kebijakan work-life balance, perusahaan berhasil meraih penghargaan Indonesia Best Employee Wellbeing 2025 dari SWA Media Group.
Penghargaan ini memperkuat keyakinan bahwa pekerja yang sehat dan bahagia akan menghasilkan organisasi yang lebih inovatif.
"Bagi Elnusa, kesejahteraan pekerja bukan sekadar program, tetapi merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun organisasi yang tangguh. Kami percaya bahwa pekerja yang sehat, seimbang, dan terus berkembang akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan perusahaan," ujar Hera.
Di sisi lain, transformasi perusahaan juga diperkuat oleh komunikasi yang efektif.
Manager Corporate Communication Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina, meraih Silver Winner PR Indonesia Awards 2026 berkat keberhasilannya mengintegrasikan komunikasi korporat dengan agenda keberlanjutan perusahaan.
Menurut Jayanty, komunikasi bukan hanya membangun citra, tetapi menjaga kepercayaan publik.
"Komunikasi adalah tentang merawat kepercayaan. Pencapaian ini menjadi cerminan kerja kolektif tim dan komitmen Elnusa untuk selalu hadir dengan pesan yang jujur, relevan, dan membawa dampak," ujarnya.
Semua capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium atau ruang rapat. Inovasi tumbuh dari budaya belajar, kolaborasi, kepemimpinan, serta keberanian beradaptasi terhadap perubahan.
Di tengah tantangan transisi energi menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan, perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar teknologi canggih. Mereka membutuhkan manusia yang mampu berpikir kritis, bekerja lintas disiplin, menguasai teknologi digital, serta memahami pentingnya keberlanjutan.
Karena itulah Elnusa terus membangun integrated competency ecosystem, sebuah sistem yang menghubungkan pemetaan kompetensi, pengembangan talenta, sertifikasi, hingga penerapan keahlian dalam pekerjaan sehari-hari. Pendekatan ini memastikan setiap investasi pada sumber daya manusia memberikan dampak nyata terhadap inovasi, produktivitas, dan daya saing perusahaan.
Memasuki usia ke-57 tahun, perjalanan Elnusa menunjukkan satu pelajaran penting bagi dunia usaha Indonesia: teknologi memang mampu mempercepat perubahan, tetapi manusialah yang menentukan arah perubahan itu.
Selama hampir enam dekade, Elnusa tidak hanya membangun layanan energi. Perusahaan juga membangun generasi profesional yang siap menghadapi tantangan baru, mengembangkan inovasi, dan menjaga keberlanjutan sektor energi nasional.
Pada akhirnya, ketahanan energi bukan hanya soal cadangan migas, infrastruktur, atau kecanggihan teknologi. Ketahanan energi juga ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Dan selama 57 tahun, itulah investasi terbesar yang terus dijaga Elnusa membangun manusia untuk menggerakkan energi Indonesia, hari ini dan di masa depan.
PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) (IDX)