Ntvnews.id, Jakarta - Di ujung barat Pulau Sumbawa, suara alat berat memang masih terdengar dari kawasan tambang Batu Hijau. Namun, di luar pagar tambang, terdengar suara lain yang tak kalah penting: tawa anak-anak yang terbebas dari stunting, riuh pelajar yang belajar berselancar, denting alat tenun di Desa Mantar, hingga semangat anak-anak muda yang bercita-cita bekerja di industri pariwisata.
Pemandangan itu menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tidak selalu berbicara tentang emisi karbon, reklamasi lahan, atau angka investasi. Keberlanjutan juga berarti bagaimana sebuah perusahaan mampu meninggalkan warisan sosial yang membuat masyarakat tetap tumbuh ketika sumber daya alam suatu hari habis.
Inilah cerita yang berusaha dibangun PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) melalui berbagai program keberlanjutan dalam Sustainability Report 2024 dan diperkuat berbagai inisiatif pada tahun-tahun berikutnya.
Bagi AMMAN, keberlanjutan bukan program tambahan. Ia ditempatkan sebagai pusat dari seluruh proses pengambilan keputusan perusahaan.
Laporan Keberlanjutan 2024 menyebutkan bahwa perusahaan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aktivitas bisnis agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Pendekatan tersebut dibangun melalui empat pilar utama, salah satunya Advancing People, yang berfokus pada pengembangan masyarakat, pemberdayaan tenaga kerja, penghormatan hak asasi manusia, dan penciptaan lingkungan kerja yang aman.
Dari Tambang Menjadi Jalan Menuju Masa Depan
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) (Dok: Ntvnews.id)
Banyak perusahaan berbicara mengenai community development. Namun di Kabupaten Sumbawa Barat, konsep itu diterjemahkan menjadi program-program yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sepanjang 2024, AMMAN mengembangkan sedikitnya 278 proyek pengembangan masyarakat yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat. Investasi sosial perusahaan mencapai USD 6,2 juta, menjangkau berbagai wilayah di Sumbawa Barat maupun daerah lain di Indonesia.
Perusahaan juga mencatat hampir separuh tenaga kerjanya berasal dari masyarakat lokal. Di saat yang sama, kontribusi pekerja perempuan meningkat menjadi 13 persen dari total karyawan. Data lain menunjukkan lebih dari 589 ribu jam pelatihan keselamatan, kesehatan, lingkungan, dan tanggap darurat diberikan kepada pekerja selama 2024.
Angka-angka tersebut bukan sekadar indikator keberhasilan operasional, melainkan gambaran tentang bagaimana keberlanjutan dipraktikkan dari dalam perusahaan sebelum diperluas kepada masyarakat.
Menyelamatkan Generasi Melalui Pencegahan Stunting
Salah satu wajah paling humanis dari keberlanjutan AMMAN terlihat pada program pencegahan stunting.
Bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta pemerintah daerah, perusahaan memfokuskan intervensi pada kesehatan ibu hamil, balita, serta edukasi keluarga mengenai gizi.
Hasilnya cukup nyata.
Baca Juga: Teddy Indra Wijaya Ungkap Isi Pertemuan Bilateral Prabowo–Raja Abdullah II di Amman
Sepanjang 2024, program tersebut menjangkau 7.494 individu. Dari 30,3 persen balita yang semula berisiko stunting, 74 persen berhasil mencapai status gizi normal. Pada kelompok balita dengan berat badan kurang, 76 persen juga berhasil mencapai berat badan normal.
Keberhasilan itu menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga memastikan anak-anak memiliki kesempatan tumbuh sehat untuk membangun masa depan daerahnya.
Ketika Ombak Menjadi Ruang Belajar
Blue Program PT AMMAN (PT AMMAN)
Di Desa Jelenga, ombak kini tidak hanya menjadi daya tarik wisata.
Melalui Blue Program, pantai berubah menjadi ruang belajar bagi generasi muda.
AMMAN melatih masyarakat menjadi instruktur selancar, penjaga pantai (lifeguard), hingga pelaku usaha wisata.
Sebanyak 158 peserta telah memperoleh pelatihan, termasuk anggota BPBD, aparat desa, operator wisata, dan masyarakat lokal. Menariknya, 10 anak muda kemudian mengikuti pelatihan lanjutan sebagai instruktur surfing, dan setelah lulus mampu meningkatkan pendapatannya hingga sekitar 30 persen.
Program ini bahkan merambah sekolah. Surfing kini menjadi kegiatan ekstrakurikuler resmi di SMP Negeri 1 Jelenga dengan dukungan enam pelatih.
Keberlanjutan akhirnya tidak berhenti pada promosi destinasi wisata, tetapi menciptakan profesi baru bagi generasi muda pesisir.
Menenun Kemandirian dari Desa Mantar
Di Desa Mantar, cerita keberlanjutan hadir melalui suara alat tenun.
AMMAN mendampingi kelompok perempuan untuk menghidupkan kembali tradisi tenun yang sempat meredup.
Pelatihan desain, produksi, hingga pemasaran membuat kain tenun tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah seperti tas, dompet, pakaian, hingga suvenir.
Hasilnya terasa langsung.
Sepanjang 2023–2024 kelompok penenun berhasil membukukan pendapatan lebih dari Rp120 juta. Program tersebut bahkan memperoleh penghargaan sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat untuk kategori sosial budaya.
Di balik angka itu tersimpan makna yang lebih besar: perempuan desa memperoleh penghasilan mandiri tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.
Menyiapkan SDM Sebelum Industri Bertumbuh
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). (PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN))
Salah satu tantangan pembangunan daerah adalah kesenjangan antara kebutuhan industri dengan keterampilan tenaga kerja.
AMMAN mencoba menjembatani persoalan tersebut melalui program beasiswa vokasi dan pelatihan keterampilan.
Pada 2024 terdapat 108 peserta yang mengikuti pelatihan vokasi nonformal di berbagai bidang seperti perhotelan, pengelasan, jaringan komputer, hingga alat berat.
Sementara itu, 32 mahasiswa baru menerima beasiswa pendidikan tinggi sehingga total penerima aktif mencapai 42 orang.
Program pelatihan perhotelan juga menghasilkan 20 lulusan, hampir separuh di antaranya perempuan.
Langkah ini menunjukkan bahwa keberlanjutan ekonomi tidak cukup hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mempersiapkan masyarakat agar mampu mengisi peluang tersebut.
Lapangan Hijau yang Menumbuhkan Mimpi
Keberlanjutan kadang lahir dari tempat yang sederhana.
Misalnya lapangan sepak bola.
Melalui Liga KSB, AMMAN membuka ruang bagi anak-anak dan remaja untuk berkembang melalui olahraga.
Sebanyak 3.175 pemain, pelatih, dan ofisial telah merasakan manfaat program tersebut.
Liga ini menjadi unik karena tidak hanya menyelenggarakan kompetisi sepak bola putra, tetapi juga menghadirkan liga perempuan serta liga disabilitas pertama di Indonesia.
Pesan yang dibawa sederhana namun kuat: pembangunan harus memberi ruang bagi semua orang.
Budaya Keberlanjutan Dimulai dari Dalam
Transformasi sosial di luar perusahaan tidak akan bertahan apabila budaya keberlanjutan tidak tumbuh di internal organisasi.
Karena itu AMMAN secara rutin menyelenggarakan Safety, Social Responsibility and Environment (SSE) Training Refresher bagi karyawan.
Pelatihan tersebut memperkuat pemahaman mengenai keselamatan kerja, tanggung jawab sosial, serta pengelolaan lingkungan.
Baca Juga: Membangun Masa Depan Tambang: Kisah Inovasi Teknologi AMMAN
Selain itu terdapat Environmental Talks, program sukarelawan lingkungan, donor darah, bantuan bencana, pendidikan masyarakat, hingga kegiatan transfer pengetahuan yang melibatkan karyawan secara langsung.
Dengan demikian, keberlanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab divisi CSR, tetapi menjadi budaya perusahaan.
Warisan yang Lebih Lama dari Tambang
Industri pertambangan sering dinilai dari berapa ton mineral yang berhasil diproduksi.
Namun keberlanjutan mengajarkan ukuran yang berbeda.
Seberapa banyak anak yang berhasil keluar dari stunting.
Seberapa banyak perempuan memperoleh penghasilan.
Seberapa banyak pemuda yang menemukan pekerjaan.
Seberapa banyak desa yang mampu berdiri lebih mandiri.
AMMAN tampaknya sedang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Melalui ratusan program sosial, investasi jutaan dolar, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya, perusahaan mencoba menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tambang tidak hanya diukur ketika mineral berhasil diangkat dari perut bumi.
Keberhasilan sejatinya terlihat ketika masyarakat di sekitar tambang memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan sebelum tambang hadir.
Di situlah makna keberlanjutan menemukan bentuknya yang paling nyata.
Karena pada akhirnya, sumber daya alam memang memiliki batas.
Namun jika manusia berhasil diberdayakan, pengetahuan diwariskan, dan kesempatan terus dibuka, maka manfaat sebuah tambang dapat terus hidup jauh setelah aktivitas penambangan berakhir.
AMMAN mendampingi kelompok perempuan untuk menghidupkan kembali tradisi tenun yang sempat meredup (PT AMMAN)