Ntvnews.id, Jakarta - Di balik hamparan perbukitan Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), aktivitas pertambangan terus berlangsung setiap hari. Truk-truk pengangkut bijih melintasi jalur produksi, alat berat bekerja tanpa henti, sementara ribuan pekerja menjalankan aktivitas yang menjadi denyut nadi salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia.
Namun, di luar aktivitas industri tersebut, terdapat cerita lain yang perlahan tumbuh. Cerita tentang bagaimana sebuah perusahaan tambang berupaya memastikan bahwa keberadaannya tidak hanya menghasilkan mineral, tetapi juga meninggalkan warisan berupa lingkungan yang lebih baik, masyarakat yang lebih mandiri, dan ekonomi daerah yang terus berkembang.
Di tengah meningkatnya tuntutan dunia terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencoba menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lagi semata diukur dari besarnya produksi atau keuntungan finansial. Keberhasilan kini juga dinilai dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat serta bagaimana alam tetap terjaga untuk generasi berikutnya.
Komitmen tersebut tergambar dalam Sustainability Report 2025 yang memuat berbagai capaian sosial, ekonomi, dan lingkungan selama satu tahun terakhir. Laporan itu menjadi potret bagaimana transformasi keberlanjutan dijalankan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan masyarakat, efisiensi energi, konservasi lingkungan, hingga investasi besar pada energi bersih.
Investasi Sosial yang Menyentuh Kehidupan Masyarakat
Bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang, pembangunan tidak hanya hadir dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas hidup.
Sepanjang 2025, AMMAN mengalokasikan sekitar US$5,6 juta untuk program pengembangan masyarakat. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan kapasitas masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pendekatan yang digunakan bukan sekadar memberikan bantuan sesaat. Sebaliknya, perusahaan berusaha membangun kemampuan masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri dalam jangka panjang.
Baca Juga: Tempat Pembuangan Limbah Diubah Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Tambang Emas Zimbabwe
Prinsip tersebut terlihat dari semakin luasnya cakupan program pengembangan masyarakat. Selama 2025, AMMAN melaksanakan 547 proyek community development dan kegiatan sosial, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 278 proyek.
Program-program tersebut menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, perempuan, pelaku UMKM, kelompok tani, hingga komunitas pesisir.
Keberlanjutan sosial juga tumbuh melalui partisipasi para karyawan. Mereka tidak hanya bekerja di area tambang, tetapi juga aktif menjadi relawan dalam berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, pelayanan kesehatan masyarakat, bantuan bagi penyandang disabilitas, hingga penyaluran bantuan saat terjadi bencana.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial bukan hanya menjadi kebijakan perusahaan, tetapi juga menjadi budaya yang tumbuh di lingkungan kerja.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
komitmen keberlanjutan AMMAN diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional (AMMAN)
Pendidikan menjadi salah satu fokus penting dalam strategi keberlanjutan AMMAN.
Berbagai program literasi, pelatihan vokasi, pendampingan sekolah, hingga kegiatan berbagi pengalaman oleh para profesional perusahaan dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas.
Pendekatan tersebut bertujuan mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Investasi pada sumber daya manusia juga dilakukan di internal perusahaan.
Pada 2025, AMMAN mencatat total 572.410 jam pelatihan keselamatan kerja, kesehatan, lingkungan, dan tanggap darurat bagi karyawan maupun mitra kontraktor.
Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang aman sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional.
Hasilnya tercermin dari besarnya kontribusi perusahaan terhadap penciptaan lapangan kerja.
Selama 2025, AMMAN memiliki 2.875 karyawan tetap dan melibatkan 24.667 pekerja di seluruh rantai operasional perusahaan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa keberadaan industri pertambangan tidak hanya menghasilkan komoditas mineral, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi ribuan keluarga di Nusa Tenggara Barat.
Energi Bersih Menjadi Fondasi Pertambangan Masa Depan
Salah satu tantangan terbesar industri pertambangan modern adalah mengurangi jejak karbon.
AMMAN menjawab tantangan tersebut melalui investasi besar pada energi terbarukan.
Perusahaan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 megawatt peak (MWp) yang menjadi pembangkit listrik tenaga surya ground-mounted terbesar di Indonesia untuk mendukung operasional pertambangan.
Langkah tersebut diperkuat dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 450 MW sebagai bagian dari transisi menuju sumber energi yang memiliki intensitas emisi lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar batu bara.
Transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil.
Sepanjang 2025, penggunaan energi surya berhasil menurunkan emisi karbon hingga 34.794 ton CO₂ ekuivalen.
Pada saat yang sama, konsumsi energi terbarukan perusahaan meningkat menjadi 3,72 juta gigajoule, jauh lebih tinggi dibandingkan 2,33 juta gigajoule pada 2023.
Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa transisi menuju pertambangan rendah karbon mulai berjalan secara nyata.
Inovasi yang Lahir dari Hal-Hal Sederhana
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). (PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN))
Keberlanjutan tidak selalu lahir dari investasi bernilai miliaran rupiah.
Sebagian inovasi justru muncul dari penyempurnaan aktivitas operasional sehari-hari.
Salah satunya adalah penggantian liner SAG Mill pada proses pengolahan bijih yang mampu menurunkan intensitas konsumsi energi. Inovasi ini disebut sebagai implementasi pertama di sektor pertambangan Indonesia.
Di sisi lain, perusahaan juga mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah.
Kardus bekas yang sebelumnya dikirim ke pihak ketiga kini dimanfaatkan kembali sebagai mulsa organik untuk mendukung kegiatan reklamasi lahan.
Pemanfaatan limbah berbahan selulosa tersebut bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan solusi yang lebih ekonomis dalam proses rehabilitasi lahan pascatambang.
Prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) pun diterapkan secara lebih nyata melalui berbagai inovasi operasional.
Reklamasi Menjadi Awal Kehidupan Baru
Setiap aktivitas pertambangan pada akhirnya akan meninggalkan bentang alam yang berubah.
Karena itu, reklamasi menjadi salah satu indikator penting dalam praktik pertambangan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, luas area reklamasi yang berhasil dilakukan AMMAN mencapai 92,67 hektare, meningkat dibandingkan 79,57 hektare pada tahun sebelumnya.
Proses reklamasi tidak sekadar menanam kembali vegetasi.
Pemulihan dilakukan dengan memperhatikan fungsi ekologis kawasan, keberlangsungan keanekaragaman hayati, serta kesesuaian spesies tanaman dengan kondisi alam setempat.
Program tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar melalui konsep community nursery.
Dalam program ini, warga memproduksi bibit tanaman yang digunakan untuk kebutuhan reklamasi.
Skema tersebut memberikan manfaat ganda.
Di satu sisi, perusahaan memperoleh pasokan bibit yang sesuai kebutuhan reklamasi. Di sisi lain, masyarakat memperoleh sumber pendapatan baru dari aktivitas konservasi lingkungan.
Model seperti ini memperlihatkan bahwa pemulihan alam juga dapat menjadi sumber penghidupan.
Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mencatat tonggak sejarah baru dengan suksesnya uji coba sandar dan olah gerak (Trial Berthing) MT Lady Eva.
Komitmen keberlanjutan AMMAN tidak berhenti di kawasan tambang.
Perusahaan turut mengembangkan program konservasi pesisir di kawasan Gili Balu, delapan pulau kecil di barat laut Pulau Sumbawa yang memiliki kekayaan ekosistem laut.
Berbagai program dijalankan secara terpadu, mulai dari pembangunan terumbu karang buatan, konservasi penyu, pemantauan biodiversitas bawah laut, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Ketika ekosistem laut terjaga, peluang usaha di sektor wisata bahari, perikanan, hingga jasa lingkungan pun ikut berkembang.
Sampah yang Berubah Menjadi Sumber Penghasilan
Di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, pendekatan keberlanjutan diwujudkan melalui pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.
Lebih dari 125 keluarga terlibat aktif mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Hingga 2025, puluhan ribu kilogram sampah berhasil dikelola melalui program tersebut.
Selain mengurangi beban lingkungan, kegiatan ini juga menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Perubahan yang terjadi bukan hanya pada nilai ekonomi, tetapi juga pada pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Apa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini menjadi sumber daya yang memiliki manfaat.
Menjaga Air dan Mengelola Limbah Secara Bertanggung Jawab
Dalam industri pertambangan, air merupakan sumber daya yang sangat penting.
Sepanjang 2025, total pengambilan air AMMAN mencapai 312,5 juta meter kubik.
Perusahaan menerapkan berbagai langkah efisiensi dan konservasi untuk memastikan pemanfaatan air dilakukan secara bertanggung jawab serta tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, volume limbah mineral dan nonmineral yang dikelola perusahaan mencapai 275,17 juta ton, menurun dibandingkan 329,20 juta ton pada tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi indikator meningkatnya efisiensi operasional sekaligus perbaikan sistem pengelolaan limbah perusahaan.
Untuk mendukung berbagai upaya tersebut, AMMAN mengalokasikan US$42,8 juta bagi pengelolaan lingkungan sepanjang 2025, meningkat dibandingkan US$31,3 juta pada 2024.
Investasi tersebut digunakan untuk mendukung konservasi air, pengendalian pencemaran, pengelolaan limbah, perlindungan biodiversitas, hingga berbagai program rehabilitasi lingkungan.
Dari Kepatuhan Menuju Kepercayaan
Berbagai upaya tersebut akhirnya mendapat pengakuan melalui raihan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2026.
Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu melampaui standar kepatuhan dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat.
Bagi AMMAN, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan.
Lebih dari itu, penghargaan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan merupakan investasi jangka panjang yang harus terus dijaga melalui inovasi dan perbaikan berkelanjutan.
Masa Depan yang Dibangun Bersama
Transformasi industri pertambangan saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai produksi mineral atau besarnya investasi.
Keberhasilan justru semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.
Melalui berbagai program sosial, investasi energi bersih, reklamasi lahan, konservasi pesisir, pengembangan masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja, AMMAN berusaha menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan berkelanjutan.
Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam mengurangi emisi, menjaga ekosistem, dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Namun, langkah-langkah yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir memperlihatkan arah transformasi yang semakin jelas.
Pada akhirnya, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga alam, melainkan juga menjaga harapan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Ketika pertumbuhan ekonomi mampu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup manusia, maka pertambangan tidak lagi sekadar menggali sumber daya alam, tetapi juga ikut membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) (Dok: Ntvnews.id)