Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Membengkak Jadi Rp734,3 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 16:20
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit APBN 2026 berada di level maksimal 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp734,3 triliun.  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit APBN 2026 berada di level maksimal 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp734,3 triliun. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit APBN 2026 berada di level maksimal 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp734,3 triliun. 

Namun, Bendahara Negara itu masih membuka peluang agar defisit dapat ditekan lebih rendah apabila penerimaan negara membaik.

Menurutnya, proyeksi tersebut disusun dengan asumsi harga minyak mentah dunia mencapai USD83 per barel hingga akhir tahun.

Ia menjelaskan seluruh komponen belanja negara, termasuk pembayaran subsidi energi, telah diperhitungkan dalam proyeksi hingga akhir tahun.

Baca juga: Purbaya Target Pusat Keuangan Internasional Mulai Beroperasi Akhir 2026

"Semuanya itu sudah dihitung sampai akhir tahun ditentukan defisitnya hanya 2,85 dengan kondisi seperti sekarang," ucap Purbaya di Gedung DPR RI, Selasa 7 Juli 2026.

Kendati demikian, ia optimistis ruang fiskal masih bisa membaik apabila harga minyak dunia turun, penerimaan perpajakan dan bea cukai meningkat, serta pertumbuhan ekonomi sesuai target.

"Harga minyak dunia turun lebih sedikit, terus juga nanti saya berharap lebih bagus memperbaiki pajak dan bea cukai, dan ekonomi membaik sesuai dengan prediksi kita, ada kemungkinan besar pendapatan pajak kita akan meningkat," jelas Purbaya.

"Artinya itu batas terakhir batas yang paling atas segitu defisitnya 2,85. Ada kemungkinan kita bisa turunkan ke bawah lagi tergantung dampak dari kebijakan yang baru kita jalankan," lanjutnya.

Baca juga: Purbaya Soal IKN Jadi Pusat Keuangan Internasional: Mungkin Nggak, Terlalu Sepi Disana 

Dalam hal ini, pemerintah mengalokasikan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp400 triliun ke Himbara diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Kemarin kan ditaruh berapa uang Rp400 triliun kan di perekonomian, BI juga membantu, harusnya tumbuhnya akan lebih cepat lagi," tandasnya.

x|close