Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkiat lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau Internasional Financial Center (IFC).
Bendahara Negara itu menegaskan terkait lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia masih dalam tahap pembahasan.
Menurutnya pemerintah membuka peluang pusat keuangan internasional tersebut dibangun di lebih dari satu lokasi, dengan Bali menjadi salah satu kandidat terkuat.
"Ini kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali. Tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," ucap Purbaya, Kamis 2 Juli 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut SAL Pemerintah Akhir 2025 Capai Rp438,26 Triliun
Terkait kemungkinan lokasi berada di Pulau Jawa yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional, ia mengaku belum dapat memastikan.
"Sampai sekarang saya belum tahu," jelasnya.
Sementara itu, Purbaya membantah peluang Pusat Finansial Internasional Indonesia dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, kondisi IKN saat ini masih belum memenuhi karakteristik yang dibutuhkan sebagai pusat keuangan internasional karena aktivitas dan mobilitas masyarakat masih terbatas.
Baca juga: Purbaya: Inflasi Juni Dipengaruhi Kenaikan Harga BBM dan Komoditas Pangan
"Mungkin nggak, terlalu sepi disana," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkiat lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau Internasional Financial Center (IFC). (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)