Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Seluruh Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 14:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 13 November 2021 menunjukkan logo Microsoft di London, Inggris. Foto yang diambil pada 13 November 2021 menunjukkan logo Microsoft di London, Inggris. (Antara)

Ntvnews.id, San Francisco - Microsoft mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan di berbagai negara pada Senin, 6 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja perusahaan secara global.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah restrukturisasi untuk menyesuaikan operasional dengan perubahan cepat di industri teknologi.

Dalam komunikasi internal kepada karyawan, Microsoft menjelaskan bahwa perusahaan tengah melakukan penyederhanaan proses bisnis agar dapat beradaptasi dengan perkembangan pasar dan kebutuhan pelanggan.

PHK ini terutama akan berdampak pada sektor penjualan komersial serta unit bisnis gim Xbox.

Baca JugaMicrosoft PHK Massal, 9.000 Karyawan Terdampak di Tengah Janji AI Tak Akan Gantikan Manusia

Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengatakan perubahan dalam bisnis terjadi seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat dan meningkatnya kebutuhan pelanggan. Menurutnya, perusahaan perlu melakukan penyesuaian agar tetap mampu berkembang.

"Bisnis kami sedang mengalami perubahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permintaan pelanggan, sehingga perusahaan harus beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata Amy Coleman dalam pesan kepada karyawan.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan PHK tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggantikan pekerjaan manusia.

Microsoft memastikan karyawan yang terdampak akan menerima sejumlah dukungan, termasuk pesangon, fasilitas kesehatan, dan bantuan untuk proses transisi karier.

Baca JugaMicrosoft Ungkap 10 Pekerjaan yang Paling Kebal Ancaman AI

Perusahaan juga menyebut program pensiun sukarela yang telah diperkenalkan sebelumnya turut membantu menekan jumlah karyawan yang terkena dampak PHK.

Kebijakan pengurangan tenaga kerja ini berlangsung ketika sejumlah perusahaan teknologi besar terus meningkatkan investasi di bidang AI, sekaligus melakukan efisiensi biaya dan penataan kembali operasional.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Microsoft memiliki sekitar 228.000 karyawan penuh waktu di seluruh dunia hingga Juni 2025.

(Sumber: Antara)

x|close