Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pengurangan anggaran perjalanan dinas luar negeri dalam pagu anggaran tahun 2027. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi efisiensi belanja negara sekaligus peningkatan kualitas penggunaan anggaran pemerintah.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa alokasi anggaran perjalanan dinas luar negeri yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 miliar akan diturunkan menjadi sekitar Rp55 miliar.
Menurut Herman, pemangkasan tersebut menjadi salah satu komponen terbesar dalam penyesuaian anggaran yang dilakukan di lingkungan kementerian.
“Tentang penurunan anggaran dari Rp 80 miliar ke sekitar Rp 55 (miliar), ini memang paling banyak adalah kami turunkan di perjalanan dinas luar negeri,” kata Herman dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Meskipun anggarannya berkurang, Herman menegaskan bahwa kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri yang tetap dilaksanakan akan diprioritaskan pada agenda yang memiliki dampak langsung terhadap kepentingan ekonomi nasional.
Salah satu fokus utama adalah memperkuat komunikasi dan hubungan dengan investor global serta pelaku pasar keuangan internasional guna menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Kaca Mobil Dijebol Maling saat Parkir di Kawasan Coffe Shop Ciputat
Ia menjelaskan bahwa setiap kunjungan ke luar negeri kini diarahkan untuk melakukan pertemuan dengan investor asing maupun berbagai kamar dagang internasional sebagai bagian dari upaya menjaga sentimen positif pasar terhadap Indonesia.
“Kami pastikan perjalanan dinas luar negeri yang kami lakukan itu adalah perjalanan-perjalanan dinas yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Herman menilai interaksi langsung dengan investor global memiliki peran penting dalam menjaga minat investasi terhadap instrumen surat utang negara. Langkah tersebut juga dinilai dapat membantu pemerintah mempertahankan biaya pendanaan pada tingkat yang kompetitif.
“Misalnya kami melibatkan di setiap kunjungan kami sekarang ketemu dengan investor asing dan juga chambers of commerce sehingga langsung dapat meningkatkan confidence investor global terhadap sovereign bonds Indonesia sehingga yield-nya dapat tetap pada level yang terkendali,” kata Herman.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran perjalanan dinas merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat disiplin fiskal sekaligus memastikan setiap pengeluaran negara memberikan manfaat yang optimal.
Dengan pengurangan anggaran tersebut, pemerintah berharap alokasi belanja dapat lebih difokuskan pada program-program prioritas nasional yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat, tanpa mengurangi efektivitas diplomasi ekonomi dan hubungan dengan investor internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Bakom)