Investor Beralih ke Obligasi, Harga Patokan Ekspor Emas Turun Awal Agustus 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Agu 2026, 10:40
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi emas batangan. (Antara) Ilustrasi emas batangan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode I Agustus 2026.

HPE emas ditetapkan sebesar USD 130.921,50 per kilogram, atau turun 0,7 persen dibandingkan periode II Juli 2026 yang sebesar USD 131.839,51 per kilogram. Sementara itu, HR emas juga turun menjadi USD 4.072,12 per troy ounce (t oz) dari sebelumnya USD 4.100,67 per t oz.

Penetapan HPE dan HR tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Ketentuan ini berlaku untuk periode 1–14 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan bahwa selama periode pengumpulan data, harga emas mengalami penurunan sebesar 0,7 persen.

Baca juga: APINDO Nilai Pemasangan Pagar di Mal Bukan Cerminan Memburuknya Situasi Keamanan

Menurutnya, penurunan HPE dan HR emas pada periode I Agustus 2026 dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

"Penurunan HPE dan HR emas terjadi akibat menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional," uucap Tommy dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 Agustus 2026.

"Kemudian, kebijakan suku bunga yang masih berada pada level tinggi turut menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil berkala, sehingga investor beralih ke instrumen lain dengan risiko dan keuntungan yang lebih terukur," lanjutnya.

Ia menambahkan, peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global.

Di sisi lain, pasokan emas dunia yang tetap memadai turut menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional.

"Secara keseluruhan, rangkaian faktor tersebut pada akhirnya menyebabkan penurunan HPE dan HR emas pada periode I Agustus 2026," katanya.

Baca juga: Dukung Pengembangan Talenta Digital Menuju Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Berikan Beasiswa Pendidikan Program Sarjana di Monash University, Indonesia

Tommy menjelaskan, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

"Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close