China Wajibkan Kontrol Fisik di Mobil Baru Mulai 2026, Layar Sentuh Tak Lagi Jadi Primadona

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Feb 2026, 12:03
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
China mewajibkan kontrol fisik di mobil baru mulai 2026. (Foto: Istimewa via CarNewsChina) China mewajibkan kontrol fisik di mobil baru mulai 2026. (Foto: Istimewa via CarNewsChina)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi berencana mewajibkan penggunaan kontrol fisik pada beberapa fungsi penting kendaraan, termasuk lampu sein, jendela elektrik, hingga sistem bantuan mengemudi canggih.

Mengutip CarNewsChina, Senin (16/2/2026), regulasi ini akan berlaku bagi mobil baru mulai 1 Juli 2026. 

Dalam beberapa tahun terakhir, tren mobil listrik dan kendaraan energi baru di China mengutamakan desain kokpit minimalis. 

Sebagian besar fungsi kendaraan kini dikendalikan lewat layar sentuh besar, termasuk layar hiburan untuk penumpang. 

Wakil Presiden Geely bahkan menilai tren ini sebagai "industri otomotif China mengikuti tren secara membabi buta."

Pembaruan standar nasional GB4094-2016 tentang penandaan komponen kontrol otomotif ini menekankan pentingnya akses dan penggunaan kontrol fisik tanpa harus melihat, sehingga mengurangi gangguan akibat layar sentuh saat berkendara.

Proses revisi, yang dimulai sejak 2023, melibatkan produsen otomotif besar dan lembaga pengujian, termasuk Geely, FAW-Volkswagen, BYD, Great Wall Motor, dan Pusat Penelitian Teknologi Otomotif China. 

Draf untuk komentar publik telah selesai dan segera dirilis, menekankan beberapa fungsi penting:

- Penerangan: lampu sein, lampu hazard, sera klakson.

- Pemindah gigi: P/R/N/D, pemindahan gigi melalui layar dilarang.

- Bantuan pengemudi: tombol aktivasi sistem ADAS

- Keselamatan dan darurat: wiper, penghilang embun/kabut, jendela elektrik, sistem panggilan darurat AECS, sakelar pemutus daya kendaraan listrik.

Selain itu, regulasi menetapkan standar dimensi minimal (≥10 mm x 10 mm), kemudahan penggunaan tanpa melihat, umpan balik haptik/auditori, dan keandalan fungsi dasar meski sistem kendaraan mati.

Langkah ini dianggap sebagai upaya China untuk menyeimbangkan inovasi digital dan keselamatan pengemudi, sekaligus mengubah tren kokpit super-minimalis yang selama ini mendominasi industri otomotif Negeri Tirai Bambu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NTV News (@ntvnews.id)

x|close