Suroso Isnandar Pimpin MKI 2026-2029, Siapkan Strategi Baru untuk Transisi Energi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Feb 2026, 21:29
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Suroso Isnandar terpilih sebagai Ketua Umum MKI untuk periode 2026-2029. (Foto: Istimewa/listrikindonesia) Suroso Isnandar terpilih sebagai Ketua Umum MKI untuk periode 2026-2029. (Foto: Istimewa/listrikindonesia)

Ntvnews.id, Jakarta - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 di Kantor Pusat PT PLN (Persero) pada Sabtu (14/2/2026), yang menjadi ajang penting untuk evaluasi kinerja dan penentuan arah strategis organisasi di tengah tantangan besar transisi energi.

Dalam Munas X ini, Suroso Isnandar terpilih sebagai Ketua Umum MKI untuk periode 2026-2029, menggantikan Evy Haryadi yang telah memimpin MKI pada periode sebelumnya. 

Suroso, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), dikenal juga sebagai Ketua Umum Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan sistem kelistrikan cerdas di Indonesia.

Ketua Panitia Munas X, Erie Heryadi, menegaskan Munas kali ini lebih dari sekadar agenda lima tahunan, namun juga sebagai momentum penting untuk konsolidasi dan penentuan arah strategis MKI ke depan. 

Ketua Panitia Munas X MKI, Erie Heryadi, menegaskan bahwa Munas bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum strategis bagi organisasi. 

"Munas menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus penentuan arah organisasi ke depan. Di tengah tantangan transisi energi, penguatan bauran energi, serta tuntutan keandalan dan keberlanjutan sistem kelistrikan nasional, peran masyarakat ketenagalistrikan semakin penting," ujar Erie. 

Dia berharap forum Munas melahirkan gagasan konstruktif dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. "Kami ingin MKI semakin solid, profesional, dan kontribusinya terhadap pembangunan sektor ketenagalistrikan nasional makin nyata," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Umum MKI periode 2022-2025, Evy Haryadi, menekankan pentingnya menjadikan MKI bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan. 

"MKI harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat untuk menjawab tantangan transisi energi dan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional," kata Evy dalam sambutannya.

Dia menilai periode kepengurusan 2026-2029 akan menghadapi tantangan besar seiring masuknya Indonesia dalam fase percepatan pembangunan infrastruktur energi.

Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat peran MKI dalam menjembatani kepentingan berbagai pihak. 

Ketua Umum MKI terpilih, Suroso Isnandar, menyatakan sektor ketenagalistrikan saat ini berada dalam fase transisi yang menuntut perubahan mendasar. 

"Kita berada dalam era transisi energi yang menuntut perubahan cara kerja, perubahan teknologi, dan perubahan pola kolaborasi. Organisasi harus menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran dan membangun kesepakatan besar," ujar Suroso dalam pidatonya.

Dia menegaskan, MKI ke depan harus menjadi forum bersama untuk memperkuat sinergi antarpelaku industri ketenagalistrikan. 

"Ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang bagaimana kita membangun kesepahaman bersama demi kepentingan nasional," katanya. 

Meski demikian, Suroso mengingatkan, dalam setiap langkah organisasi, prinsip utama yang tidak boleh ditinggalkan adalah peran masyarakat. 

"Dalam setiap fase pembangunan, satu prinsip yang tidak boleh hilang adalah masyarakat. Kelistrikan harus dibangun untuk kepentingan publik, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi," pungkasnya. 

Dengan kepemimpinan baru ini, MKI diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan transisi energi dan mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

x|close