Ntvnews.id, Tangerang - Pemerintah memastikan dukungan terhadap industri otomotif nasional terus berlanjut, terutama melalui kebijakan insentif kendaraan listrik.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat industri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.
Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia meningkat hampir 15 kali lipat. Ke depan, pemerintah tidak hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga mengoptimalkan investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, dan memperkuat daya saing industri nasional.
Menkeu mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan meluncurkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik. Program tersebut mencakup dukungan bagi sekitar 500 ribu sepeda motor listrik serta insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik.
"Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah sebabnya kita terus mendorong pengembangan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan," ujar Menkeu dalam Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, dikutip Rabu (5/8/2026).
Selain insentif fiskal, pemerintah juga berkomitmen mempercepat proses investasi melalui penyederhanaan birokrasi. Menkeu mencontohkan percepatan investasi Hyundai yang berhasil direalisasikan hanya dalam waktu sekitar empat bulan berkat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Basis Produksi dari Thailand ke Indonesia, Siap Beri Insentif
Pemerintah juga mengundang produsen otomotif global untuk memperluas investasi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan di kawasan. Saat ini, industri otomotif nasional menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 2,6 juta kendaraan per tahun serta memiliki keterkaitan erat dengan sektor baja, elektronik, kimia, logistik, hingga keuangan.
Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi yang terjaga akan meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong permintaan kendaraan. Karena itu, berbagai kebijakan ekonomi terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat pasar otomotif domestik.
"Saya akan memperbaiki iklim investasi, sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik. Jadi itu timbal balik. Saya ingin Indonesia menjadi base production for car manufacturers in the region and exported to regions or to the global countries, to the global economies," sebut Menkeu.
Menkeu menegaskan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat industri otomotif yang lebih bersih, cerdas, efisien, dan berdaya saing global melalui dukungan sumber daya, pasar domestik yang besar, serta talenta yang dimiliki.
"Mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, karena jika ini terjaga, maka industri otomotif juga akan maju," tukas Menkeu.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Dok/Istimewa/Kemenkeu)