Imigrasi Dorong Kemajuan Bangsa: Permudah Izin Artis dan Atlet Asing demi Ekonomi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 13:02
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Hendarsam Marantoko (Direktorat Jenderal Imigrasi) Hendarsam Marantoko (Direktorat Jenderal Imigrasi) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan komitmennya untuk bertransformasi bukan sekadar lembaga administratif, melainkan sebagai fasilitator pembangunan nasional. Hal ini diwujudkan dengan upaya mempererat kolaborasi bersama para pemangku kepentingan di bidang seni, budaya, dan olahraga.

Hendarsam Marantoko menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali tugas dan fungsi (tusi) imigrasi dalam mendukung berbagai sektor strategis, termasuk sains, teknologi, engineering, matematika (STEM), hingga industri kreatif dan olahraga.

"Imigrasi mencoba menghidupkan tusi (tugas dan fungsi) kami di bidang fasilitator pembangunan. Fasilitator pembangunan itu kan sangat luas, salah satunya ya di bidang seni dan budaya, pertunjukan, dan juga di bidang olahraga. Sebenarnya ada di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika juga," kata Hendarsam di kawasan Jakarta Pusat, 30 April 2026.

Menurut Hendarsam, tantangan di lapangan sangat besar, terutama saat penyelenggaraan event internasional yang melibatkan ribuan orang, mulai dari atlet hingga kru pendukung. Masalah teknis sering kali muncul secara tak terduga, sehingga imigrasi merasa perlu hadir lebih dekat untuk memberikan solusi cepat di lapangan.

"Kalau kita ambil case contoh, ya kan, dalam sebuah event, contohnya event internasional aja di bidang olahraga, itu bisa ribuan orang yang datang. Bisa ribuan, ada atletnya, ada kru-nya, segala macam. Dan itu banyak sekali di lapangan mungkin terjadi masalah. Maka kami concern dengan itu supaya hal tersebut bisa diselesaikan di lapangan dengan baik dengan kami membentuk tim," sambungnya.

Baca Juga: Imigrasi Perketat Pengawasan untuk Cegah Praktik Haji Ilegal

"Kita ingin Indonesia menjadi salah satu spot tempat bagi penyelenggaraan event berkelas internasional. Bukan hanya negara-negara tertentu di sekitar kita seperti Singapura saja yang menjadi spot itu, tapi kita ingin pindahkan itu ke sini. Apa yang bisa kami lakukan di bidang dominasi kita di bidang imigrasi sesuai dengan tusi kita, akan kita maksimalkan ke arah situ. Seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Hendarsam menekankan bahwa imigrasi adalah “etalase” atau wajah pertama Indonesia di mata dunia. Kesan pertama orang asing terhadap Indonesia sangat ditentukan oleh pelayanan imigrasi. Jika pelayanan berjalan baik, mereka dapat menjadi duta (ambassador) yang membawa citra positif bagi Indonesia.

Selain itu, kemudahan proses keimigrasian diyakini akan berdampak langsung pada roda ekonomi masyarakat. Hendarsam menyadari bahwa banyak rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada industri event dan olahraga yang digerakkan oleh para promotor.

“Kalau tidak kita permudah, kita menyulitkan masyarakat kita juga. Banyak orang yang tergantung hidupnya dari teman-teman promotor ini. Maka, semua kita permudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Indonesia semakin kompetitif dalam menyelenggarakan event-event skala global yang mampu mendongkrak devisa dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan menyusul Singapura.

x|close