DPR: Mayoritas Kecelakaan Kereta RI Akibat Human Error-Gangguan Sistem

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 07:42
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tak setuju dengan wacana pemindahan gerbong perempuan dari belakang atau depan, ke tengah rangkaian kereta.

Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin, usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi tak tepat.

Ia mengakui usulan itu berangkat dari semangat perlindungan perempuan, namun belum menyentuh akar masalah dalam sistem perkeretaapian. Derta memandang, insiden kecelakaan bukan hanya persoalan teknis operasional, tetapi juga terkait tata kelola sistem yang harus diperbaiki.

Menurut dia kebijakan gerbong khusus perempuan merupakan langkah afirmatif untuk memberikan rasa aman dari pelecehan di ruang publik. Tapi, dalam konteks keselamatan, faktor penentu lebih banyak ditentukan oleh aspek sistemik.

Derta menilai penting pembenahan sistem persinyalan dan komunikasi antar kereta, kedisiplinan operasional, serta kualitas infrastruktur dan teknologi pengendalian.

Ia mengingatkan bahwa data Kementerian Perhubungan menunjukkan sebagian besar kecelakaan kereta api disebabkan oleh human error dan gangguan sistem operasional. Perubahan posisi gerbong perempuan dipandang tidak langsung mengurangi risiko tabrakan, sehingga kebijakan ini berpotensi simbolik tanpa kajian komprehensif.

Ia pun menekankan bahwa perlindungan perempuan di ruang publik harus menyeluruh, mencakup pencegahan pelecehan, penguatan sistem pengawasan, dan edukasi publik terkait keamanan. Sebagai langkah konkret, Derta mendorong audit menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkala.

"Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa disederhanakan pada satu aspek saja. Kita tentu mendukung perlindungan perempuan, tetapi kebijakan harus tepat sasaran dan berbasis pada akar masalah," ujar Derta, Kamis, 30 April 2026.

Derta mengatakan, momentum pasca-kecelakaan harus dimanfaatkan untuk pembenahan sistemik agar kejadian serupa tidak terulang.

"Jangan sampai energi kita habis pada solusi yang tampak cepat, tetapi tidak menyelesaikan persoalan mendasar," tandas Derta.

Diketahui, kecelakaan kereta di Bekasi terjadi akibat adanya taksi Green SM yang terhenti di tengah rel kereta api, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Taksi tersebut lalu tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.

KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi lantas terhenti di tengah rel. Warga pun berkumpul untuk membantu evakuasi taksi itu.

Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur itu yang akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta. Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas dan 91 lainnya luka-luka.

x|close