Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah korban tewas dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga pembaruan data terbaru, total korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara korban luka tercatat sebanyak 81 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan tersebut dalam keterangan resmi pada Selasa (28/4).
"Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," kata Bobby.
Baca Juga: 13 KA Jarak Jauh Dibatalkan Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Kecelakaan kereta (X Komunitas Sahabat Kereta)
Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan intensif di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Penanganan medis dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI memastikan seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang mengalami luka, mendapatkan penanganan maksimal. Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam menanggung seluruh biaya yang timbul akibat peristiwa ini.
"KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan," ujar Bobby.
Selain fokus pada penanganan korban, KAI juga melakukan pengamanan terhadap barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian. Seluruh barang tersebut kini berada dalam layanan lost and found, dengan proses pendataan yang dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian guna mendukung identifikasi serta kebutuhan penanganan lanjutan.
KRL Ditabrak KA Bromo Anggrek (Antara)