Viral Pria Ngaku Aparat di Kerusuhan Makassar, TNI Tegaskan Bukan Anggota Raiders 700

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Apr 2026, 09:00
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
TNI Klarifikasi Pria Ngaku TNI TNI Klarifikasi Pria Ngaku TNI (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Komandan Batalyon Infanteri 700/Wira Yuda Cakti, Letkol Inf Iwan Sunarya, mendatangi rumah seorang warga bernama Suaib (22) di Makassar pada Sabtu (25/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar luas di media sosial.

Langkah tersebut diambil menyusul viralnya sebuah video berdurasi sekitar empat menit sejak Jumat malam (24/4/2026), yang memicu spekulasi publik terkait identitas salah satu pria dalam rekaman tersebut.

Video itu memperlihatkan keributan yang terjadi di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dalam tayangan tersebut, seorang pria menjadi sorotan warganet dan diduga sebagai anggota Raiders 700.

Menanggapi hal itu, Letkol Inf Iwan Sunarya membantah tegas anggapan yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Simak! Bukti Kebijakan Pemerintah di Balik Swasembada dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

“Suaib bukan anggota Raiders 700. Dia warga sipil yang bekerja sebagai security di salah satu kompleks perumahan di Kota Makassar,” tegas Iwan saat bertemu langsung dengan Suaib dan kedua orang tuanya.

Dalam kesempatan yang sama, Suaib turut memberikan penjelasan terkait keberadaannya di lokasi kejadian. Ia mengaku saat itu hendak menghadiri konser di sebuah mal di Jalan Urip Sumohardjo bersama rekannya. Namun, ketika melintas di depan UMI, ia justru mendapati situasi ricuh yang kemudian terekam dan viral di media sosial.

Melalui klarifikasi ini, pihak TNI menegaskan bahwa informasi yang menyebut Suaib sebagai anggota militer adalah tidak benar. Letkol Iwan juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar tanpa verifikasi.

Ia turut mengimbau publik untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial guna menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu keresahan.

Sementara itu, hingga laporan ini disusun, kondisi di Kota Makassar dilaporkan tetap aman dan kondusif.

x|close