Jumlah Imigran di Uni Eropa Tembus Rekor 64,2 Juta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Burssel - Laporan terbaru dari Pusat Penelitian dan Analisis Migrasi RFBerlin menyebutkan jumlah penduduk Uni Eropa yang lahir di luar wilayahnya mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 64,2 juta pada tahun 2025.

Dilansir dari DW, Jumat, 24 April 2026, angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2010 yang tercatat sekitar 40 juta. Bahkan, pertumbuhan pada 2024 saja mencapai lonjakan sekitar 2,1 juta orang.

Laporan tersebut disusun berdasarkan analisis data dari Eurostat dan UNHCR.

Jerman tetap menjadi negara dengan jumlah imigran terbesar di Uni Eropa. Tercatat hampir 18 juta orang yang lahir di luar Jerman kini tinggal di negara tersebut, meningkat sekitar 70% dibandingkan satu dekade lalu yang berada di angka 10 juta.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa sekitar 21,2% populasi Jerman merupakan imigran, dengan 72% di antaranya berada dalam usia produktif. Jumlah imigran di negara tersebut bertambah sekitar 300.000 orang antara 2024 hingga 2025, atau naik 1,7%—lebih rendah dari rata-rata Uni Eropa yang mencapai 3,4%.

Baca Juga: Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian dengan Israel

Selain itu, Jerman juga menampung jumlah pengungsi terbesar di kawasan, yakni sekitar 2,7 juta orang.

Sementara itu, Spanyol menjadi negara dengan pertumbuhan populasi migran tercepat. Pada 2024, jumlah penduduk yang lahir di luar Spanyol meningkat sekitar 700.000 orang hingga mencapai 9,5 juta, atau naik 8%—lebih dari dua kali lipat rata-rata Uni Eropa.

Meski Jerman mencatat jumlah absolut terbesar, beberapa negara kecil justru memiliki proporsi imigran yang lebih tinggi terhadap total populasi.

Luksemburg menempati posisi teratas dengan sekitar 52% penduduknya merupakan imigran, jauh di atas rata-rata Uni Eropa yang sekitar 14%. Disusul oleh Malta (32%) dan Siprus (28%).

Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sa??rkaya/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sa??rkaya/pri. (Antara)

Irlandia dan Austria juga mencatat persentase cukup tinggi, masing-masing sekitar 23%.

Sebaliknya, negara seperti Lituania, Hungaria, dan Rumania memiliki proporsi di bawah 10%. Bahkan Slovakia, Bulgaria, dan Polandia mencatat angka terendah, masing-masing di bawah 5%.

Pada 2025, total permohonan suaka di Uni Eropa tercatat sebanyak 669.365 kasus, turun 26,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Uni Eropa Minta TikTok Ubah Desain Layanan yang Dinilai Adiktif

Sebagian besar permohonan berasal dari empat negara, yakni Spanyol, Italia, Prancis, dan Jerman, yang menyumbang hampir 75% dari total permohonan.

Meski Jerman memiliki jumlah pengungsi terbesar, Siprus mencatat proporsi pengungsi tertinggi dibandingkan jumlah penduduknya, yakni 4,8%. Sebagai perbandingan, proporsi pengungsi di Jerman berada di angka 3,2%, sementara Italia relatif lebih rendah, hanya sekitar 0,5%.

x|close