Pramono Bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen: Jakarta-Shenzhen Targetkan Sister City November 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 19:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen Pramono Anung bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Tiongkok - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin dalam kunjungan resmi di Fuzhong 3rd Road, Shenzhen, Tiongkok Rabu, 22 April 2026.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk menjalin kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen yang ditargetkan terealisasi pada November 2026.

"Saat ini Jakarta telah menjalin kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai. Kami berharap dapat menyusun Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal, untuk kemudian dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen," ujar Pramono.

Dalam pertemuan tersebut, Pramono Anung menyampaikan bahwa Jakarta saat ini telah memiliki kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai. Kini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperluas jejaring global melalui kemitraan baru dengan Shenzhen.

Baca Juga: Pramono Kunker ke 3 Negara, Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Tahap awal kerja sama akan dimulai dengan penyusunan Letter of Intent (LoI), lalu dilanjutkan ke penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Pramono menilai Shenzhen sebagai salah satu kota modern yang sukses melakukan transformasi besar dan layak menjadi role model bagi Jakarta.

Menurutnya, Jakarta dengan populasi sekitar 11 juta jiwa serta kawasan aglomerasi Jabodetabek yang mencapai 42 juta jiwa menghadapi tantangan besar, seperti kemacetan lalu lintas, polusi Udara, banjir, transportasi publik, dan tata kota berkelanjutan.

Tao Yongxin menyambut positif rencana tersebut dan menawarkan empat sektor kerja sama potensial antara Jakarta dan Shenzhen.

Baca Juga: Pramono: WFH Tiap Jumat Kurangi Macet Jakarta

"Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city. Selain itu, ada peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, people-to-people connection seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim,” tuturnya.

Kata Tao, posisi Indonesia yang strategis dalam jalur maritim global menjadi nilai tambah bagi pengembangan kolaborasi tersebut. Ia juga menyoroti tantangan Jakarta di sektor transportasi. Shenzhen siap berbagi pengalaman melalui kerja sama teknologi.

"Kami terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik,” ucapnya.

Shenzhen sendiri dikenal sebagai kota dengan kemajuan pesat di bidang teknologi dan smart city. Sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980, kota ini bertransformasi dari kawasan nelayan menjadi pusat teknologi global.

Sejumlah perusahaan besar berbasis di sana, seperti Huawei dan BYD dengan populasi sekitar 20 juta jiwa, Shenzhen jadi salah satu kota terdepan dalam inovasi dan teknologi.

x|close