Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat terbukti efektif mengurangi kemacetan di ibu kota. Menurutnya, penerapan sistem kerja jarak jauh tersebut membuat volume kendaraan di jalan menurun secara signifikan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang kemudian diterapkan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan, evaluasi dari dua kali pelaksanaan WFH menunjukkan hasil positif. Kondisi lalu lintas pada hari Jumat disebut jauh lebih lancar dibanding hari kerja biasa.
"Itu memang kemacetannya berturun drastis karena memang secara signifikan dilakukan," ucap Pramono di Jakarta Pusat, dikutip Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, berkurangnya jumlah pegawai yang berangkat ke kantor menjadi salah satu faktor utama penurunan kepadatan kendaraan.
Baca Juga: Dikritik MUI, Pramono Bakal Sesuaikan Tata Cara Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu
Pramono Anung. (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Pilih Ngalah Soal Vanue Konser BTS di Jakarta, Kenapa?
Kebijakan WFH setiap Jumat tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DKI Jakarta, tetapi juga diikuti ASN dari kementerian atau instansi pusat.
Dengan banyaknya pegawai yang bekerja dari rumah secara bersamaan, arus kendaraan menuju pusat kota berkurang cukup besar. Pramono menilai dampak kebijakan ini terlihat langsung di lapangan. Beberapa ruas jalan utama Jakarta tampak lebih lengang dibanding biasanya.
Meski memberikan kelonggaran bekerja dari rumah, Pramono menegaskan ASN DKI tetap harus menjalankan aturan dengan disiplin. Ia menekankan bahwa WFH berarti bekerja dari rumah, bukan bekerja di luar rumah atau berpindah ke tempat lain seperti kafe.
"Selama mereka work from home tidak boleh menggunakan ataupun misalnya lah, bekerja di luar rumah karena itu tidak menjadi work from home, apalagi kalau di kafe-kafe kami tidak izinkan," terangnya.
Lalu lintas Jakarta (Diskominfotik DKI)