Aksi Protes di Tel Aviv dan Teheran Menguat, Iran Tuntut Ganti Rugi Perang ke AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 04:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Polisi Israel mengatakan ada dugaan penembakan Polisi Israel mengatakan ada dugaan penembakan (India Today)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Ratusan demonstran berkumpul di Tel Aviv pada Sabtu waktu setempat untuk menyuarakan penolakan terhadap perang yang masih berlangsung. Aksi ini terjadi setelah otoritas Iran sempat mencabut blokade menyusul keberhasilan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.

Demonstrasi tersebut juga dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap diberlakukan.

Di sisi lain, Iran menuntut kompensasi besar atas kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel di tengah masa gencatan senjata dua pekan yang telah disepakati sejak 7 April.

Ketua Mahkamah Agung Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i mendesak agar Amerika Serikat dan Israel membayar ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan selama konflik. Ia juga meminta lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin hak-hak rakyat Iran.

Baca Juga: Trump Diduga Transfer Dana BoP Rp263 Triliun ke Israel, Warga Gaza Hanya Bisa Gigit Jari

Pemerintah di Teheran memperkirakan total kerugian perang mencapai sekitar 270 miliar dolar AS atau setara 4.625 triliun rupiah sejak konflik pecah pada akhir Februari. Iran pun tetap menunjukkan sikap tegas dan tidak bersedia memberikan konsesi besar dalam perundingan.

Sementara itu, gelombang aksi juga terjadi di dalam negeri Iran. Ribuan perempuan turun ke jalan sebagai bagian dari kampanye pengorbanan untuk negara, sekaligus menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei serta mengenang para pelajar yang menjadi korban konflik di Minap.

Dengan membawa bendera Iran dan meneriakkan slogan anti-Amerika serta anti-Israel, para peserta aksi memadati pusat kota Teheran. Mereka kemudian melakukan long march dari Lapangan Imam Hussein menuju Wali Al-Ashar. Aksi ini menjadi simbol dukungan terhadap kepemimpinan Mojtaba Khamenei sekaligus penegasan bahwa Iran tidak akan menyerah menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.

x|close