Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak pantas di dalam ruang operasi Rumah Sakit Umum (RSU) Datu Beru, Aceh Tengah, ramai diperbincangkan publik. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial sejak Rabu (1/4/2026), terlihat seorang pegawai rumah sakit berjoget di tengah berlangsungnya tindakan medis terhadap pasien.
Video tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram Lingkaran Gayo dan langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai tidak menghormati proses operasi yang sedang berlangsung.
Dalam video itu, tiga tenaga medis tampak fokus menjalankan prosedur operasi dengan mengenakan pakaian bedah berwarna hijau. Namun, suasana ruang operasi mendadak kontras ketika seorang pria berinisial RA terlihat menari mengikuti alunan musik DJ yang diputar menggunakan pengeras suara.
Aksi tersebut bahkan dilakukan di dekat area tindakan medis. RA juga tampak menggunakan botol cairan infus sebagai properti, dengan menggantungkannya di leher saat berjoget. Sementara itu, salah satu dokter terlihat menggelengkan kepala, dan dua lainnya sesekali melirik dengan ekspresi heran terhadap perilaku tersebut.
Kepala RSU Datu Beru, Gusnarwin, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh RA bukan bagian dari prosedur maupun kebijakan rumah sakit. Ia menyebut aksi tersebut murni inisiatif pribadi dan tidak dapat ditoleransi.
Baca Juga: Pria Paruh Baya Diciduk di Senen, Simpan Sabu 1 Kg dan Ribuan Ekstasi di Kos
"Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak diterima, tidak ditoleransi," ucap Gusnarwin dalam keterangannya, Kamis (2/3/2026).
Hasil penelusuran internal mengungkapkan bahwa RA merupakan staf perawat yang bertugas di kamar operasi. Pihak rumah sakit pun telah melaporkan kasus ini kepada Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Setdakab Aceh Tengah untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
Manajemen menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran disiplin serius, terlebih dilakukan di ruang steril dengan pasien yang tengah menjalani operasi. Meski detail jenis operasi belum diungkapkan, pihak rumah sakit memastikan investigasi telah dilakukan dan sanksi telah dijatuhkan.
"Detail operasinya pastinya belum tahu, tetapi sudah dilakukan investigasi internal, kami anggap kelalaian, dan kami sudah diskusikan dengan atasan, dan diberikan hukuman," ucap dia.
Pihak RSU Datu Beru juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga profesionalisme serta citra institusi pelayanan kesehatan. Mereka menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang di kemudian hari.
"Kami sudah imbau kepada seluruh pegawai agar menjaga citra instansi dan tidak boleh terulang," tuturnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan kembali mengingatkan pentingnya etika serta disiplin tenaga kesehatan, terutama dalam situasi kritis seperti di ruang operasi yang menuntut konsentrasi dan standar keselamatan tinggi.
Pegawai RS di Aceh Joget Saat Operasi (Instagram)