Gempa Dahsyat Sulut-Malut Picu Kepanikan, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 08:17
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
BMKG merilis pusat gempa yang terjadi di antara Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). (Foto: ANTARA/HO-BMKG) BMKG merilis pusat gempa yang terjadi di antara Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). (Foto: ANTARA/HO-BMKG)

Ntvnews.id, Jakarta - Guncangan gempa bumi berkekuatan besar yang terjadi pada Kamis pagi (2/4/2026) meninggalkan dampak langsung bagi warga di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Di tengah kepanikan yang melanda, satu warga dilaporkan menjadi korban terdampak dan harus segera dievakuasi ke rumah sakit.

Peristiwa gempa yang terjadi sekitar pukul 05.48 WIB itu awalnya diinformasikan memiliki magnitudo 7,6. Getaran kuat yang terasa hingga sejumlah wilayah pesisir membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, terlebih setelah muncul peringatan dini tsunami.

“Peringatan dini tsunami di MALUT, SULUT, Gempa Mag:7.6, 02-Apr-26 05:48 WIB,” demikian bunyi peringatan awal yang beredar.

Namun setelah dilakukan analisis lanjutan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data gempa. Kekuatan gempa direvisi menjadi magnitudo 7,3 dengan pusat berada di laut Maluku Utara pada kedalaman 18 kilometer. BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami sehingga peringatan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.

Meski demikian, dampak gempa tetap dirasakan signifikan oleh masyarakat. Aktivitas warga sempat lumpuh, terutama di kawasan pesisir dan pusat ekonomi. Sejumlah pedagang menghentikan aktivitasnya, sementara warga memilih mencari tempat aman di luar bangunan.

Baca Juga: Gedung KONI Ambruk Saat Gempa Guncang Manado, Warga Panik Berlarian Selamatkan Diri

Di tengah situasi tersebut, seorang perempuan lanjut usia bernama Deice Lahia (70), warga Tateli, Kabupaten Minahasa, menjadi korban terdampak yang membutuhkan penanganan medis. Ia langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan pengawalan aparat kepolisian.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terkini korban. Namun langkah evakuasi cepat dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan dan penanganan medis segera.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta hanya mengacu pada informasi resmi serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Selain itu, langkah antisipasi seperti menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, tidak mendekati area pantai untuk sementara waktu, serta memastikan jalur evakuasi tetap aman menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Sulawesi Utara dan Maluku Utara, berada di kawasan rawan aktivitas seismik. Kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban dalam setiap kejadian bencana.

x|close