Ntvnews.id, Kendari - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik yang terjadi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan hasil analisis menunjukkan gempa yang terjadi pada pukul 09.01 Wita tersebut memiliki magnitudo 2,8.
Ia mengungkapkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 4,10 lintang selatan dan 121,86 bujur timur.
"Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 kilometer selatan Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 5 kilometer," katanya.
Baca Juga: Gempa M 7,6 di Perairan Bitung Picu Kepanikan Warga Gorontalo
Menurutnya, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
"Hingga pukul 09.25 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan (aftershock)," ujarnya.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan di Kecamatan Rate-Rate dan Tirawuta dengan intensitas II-III MMI.
"Atau getaran yang dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, getaran dirasakan nyata dalam rumah, dan terasa seakan-akan ada truk yang berlalu," katanya.
Hingga kini, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut dari masyarakat setempat.
Baca Juga: BMKG: 7 Wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Siaga Tsunami Usai Gempa Magnitudo 7,6
Ia juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat dapat memantau informasi terkini melalui laman resmi www.bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, maupun melalui aplikasi mobile Info BMKG untuk mendapatkan data yang akurat dan cepat," demikian Nasrol Adil.
(Sumber: Antara)
Petugas BMKG memperlihatkan pusat titik lokasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulut dan Malut melalui layar monitor di Kantor BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa. (Antara)