Polisi Intensifkan Patroli dan Pendataan Pascagempa M 7,6 di Sulawesi Utara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 13:37
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan pers usai melihat langsung kondisi gedung KONI Sario Manado yang terdampak gempa. Gempa yang terjadi menyebabkan satu warga meninggal terkena reruntuhan material gedung yang jatuh. ANTARA/HO-Polda Sulut Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan pers usai melihat langsung kondisi gedung KONI Sario Manado yang terdampak gempa. Gempa yang terjadi menyebabkan satu warga meninggal terkena reruntuhan material gedung yang jatuh. ANTARA/HO-Polda Sulut (Antara)

Ntvnews.id, Manado - Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk melakukan pendataan serta patroli mitigasi pascagempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis pagi.

"Meski gempa memicu kekhawatiran besar, kami memastikan bahwa potensi tsunami telah terlewati," kata Wakapolda Awi Setiyono saat melihat langsung kondisi Gedung KONI Sario di Manado, Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan jajaran Polres, kondisi di wilayah kepulauan maupun pesisir Bitung masih terpantau aman tanpa adanya kenaikan permukaan air laut yang signifikan.

"Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Kita berada di wilayah ring of fire, sehingga gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja," ujar Wakapolda Awi.

Baca Juga: Gempa M 7,6 di Bitung Sebabkan Korban Jiwa dan Luka di Manado

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar selalu siap menghadapi kemungkinan gempa susulan, segera keluar dari bangunan saat terjadi guncangan kuat, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau terlihat tidak stabil.

"Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Wakapolda.

Saat ini, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan menyeluruh di berbagai wilayah Sulawesi Utara, termasuk memantau kondisi di kawasan Likupang dan Minahasa Utara.

Wakapolda Awi juga turun langsung meninjau kondisi infrastruktur terdampak gempa di kawasan GOR KONI Sario, menyusul laporan adanya kerusakan cukup parah yang menyebabkan korban jiwa.

Baca Juga: Gempa Bumi M 7,6 Guncang Bitung Sulut, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi pejabat utama Polda Sulut guna memastikan proses pengamanan serta evakuasi berjalan optimal.

Polisi pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi yang menyebabkan satu korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan, serta memasang garis polisi untuk pengamanan area.

Sebelumnya, pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB, wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki parameter terbaru dengan magnitudo 7,6. Episenter gempa berada pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur, atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.

(Sumber: Antara)

x|close