Ntvnews.id, Seoul - Jumlah penduduk Korea Selatan diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan hingga 29,9 persen pada tahun 2072. Proyeksi ini muncul seiring dengan laju penuaan populasi yang cepat serta tingkat kelahiran yang terus rendah dalam jangka panjang.
Dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026, Data dari Kementerian Statistik menunjukkan bahwa populasi Korsel akan menyusut dari 51,68 juta jiwa pada 2025 menjadi sekitar 36,22 juta jiwa pada 2072.
Dalam periode yang sama, proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan melonjak tajam dari 20,3 persen menjadi 47,7 persen. Sebaliknya, jumlah penduduk usia muda hingga 14 tahun diperkirakan menurun dari 10,2 persen menjadi hanya 6,6 persen.
Dari sisi struktur rumah tangga, jumlahnya tercatat mencapai 23 juta pada 2024, meningkat dari 22,73 juta pada tahun sebelumnya. Namun, rata-rata anggota keluarga tetap stagnan di angka 2,2 orang per rumah tangga, melanjutkan tren penurunan dari 3,1 pada tahun 2000, 2,7 pada 2010, hingga 2,4 pada 2019.
Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Bekerja Naik Jadi 147,91 Juta, Pengangguran Turun 4,74 Persen
Komposisi rumah tangga juga mengalami perubahan. Rumah tangga dengan satu anggota meningkat menjadi 36,1 persen pada 2024 dari 35,5 persen tahun sebelumnya. Sementara itu, rumah tangga dengan dua anggota naik tipis dari 28,8 persen menjadi 29,0 persen.
Di sisi lain, proporsi rumah tangga dengan tiga anggota mengalami penurunan dari 19,0 persen menjadi 18,8 persen dalam periode yang sama.
Angka harapan hidup masyarakat Korea Selatan juga tercatat meningkat menjadi 83,7 tahun pada 2024, naik 0,2 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini berada 2,6 tahun di atas rata-rata 81,1 tahun di negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development.
Kondisi ini menunjukkan tantangan besar yang akan dihadapi Korea Selatan ke depan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara populasi usia produktif dan lansia.
Bendera Korea Selatan (pixabay.com )