Ntvnews.id
Berdasarkan unggahan di akun resmi Menteri Luar Negeri RI di platform X yang dipantau di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026, Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi pada Senin 30 Maret 2026.
Dalam komunikasi tersebut, Indonesia menyampaikan duka mendalam sekaligus keprihatinan atas peristiwa yang terjadi.
“Kami mengutuk keras serangan tersebut dan menekankan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya setiap saat, sesuai dengan hukum internasional,” tulis Menlu RI itu.
Sugiono menambahkan bahwa kedua negara berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi secara intensif serta mengambil langkah lanjutan yang diperlukan.
Baca Juga: Bertambah Dua,Total 3 Prajurit TNI Tewas di Lebanon
Upaya tersebut juga diarahkan untuk meredakan situasi dan menjaga stabilitas kawasan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit Indonesia dalam tugasnya di Lebanon selatan.
Hal itu disampaikan melalui akun resmi miliknya di X yang dipantau pada Selasa 31 Maret 2026.
“Saya mengutuk keras serangan tersebut dan memuji pengorbanan kontingen Indonesia serta upaya berkelanjutan mereka, bersama pasukan penjaga perdamaian PBB, untuk menjaga keamanan dan stabilitas di selatan,” kata Menlu Lebanon itu.
Selain itu, Youssef Raggi juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam misi UNIFIL.
Ia menilai prajurit yang gugur tersebut layak dikenang sebagai penjaga perdamaian yang telah berkorban dalam menjalankan tugasnya.
Sebelumnya, pada Senin 30 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa seorang anggota pasukan perdamaian asal Indonesia meninggal dunia akibat serangan artileri yang terjadi di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu 29 Maret 2026 waktu setempat.
Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon.
Sementara itu, tiga personel TNI lainnya yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Menlu RI: Tiga Personel TNI Terluka dalam Serangan ke UNIFIL Lebanon
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis.
Praka Rico yang mengalami luka berat bahkan telah dirujuk ke Rumah Sakit St. George di Beirut guna menjalani perawatan intensif.
Mengacu pada data dari situs resmi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping) yang dipantau pada Selasa, hingga Januari 2026 terdapat sebanyak 756 personel asal Indonesia yang terlibat dalam misi UNIFIL di Lebanon.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho. (Antara)