Sejumlah Pemimpin Eropa Kecam Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 04:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Xinhua/Ali Has Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Xinhua/Ali Has (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah pemimpin negara di Eropa menyampaikan keprihatinan atas serangan yang menewaskan personel TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon pada Minggu, 29 Maret 2026.

Perdana Menteri Irlandia Michael Martin mengecam keras pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut yang menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon.

“Saya mengecam keras pembunuhan seorang personel penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia serta eskalasi kekerasan yang mengejutkan dan menyebabkan cederanya sejumlah personel penjaga perdamaian akhir-akhir ini,” kata Martin melalui media sosial X.

Ia juga mendesak kelompok Hizbullah dan Israel untuk mengambil langkah apa pun guna mencegah serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. Menurutnya, peran pasukan perdamaian harus dihormati setiap saat.

Hal senada disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez yang menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang “melampaui batas”.

Baca Juga: UNIFIL Laporkan Israel Kembali Serang Personelnya di Lebanon Selatan

Ia juga mendesak agar asal proyektil yang menewaskan personel Indonesia segera diselidiki, sekaligus menyerukan kepada Israel untuk menghentikan permusuhan di wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prévot turut menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia serta keluarga korban.

“Mereka di sana untuk melayani perdamaian,” kata Menlu Prevot di media sosial X, seraya menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Arsip foto - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).  <b>(ANTARA/Anadolu)</b> Arsip foto - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). (ANTARA/Anadolu)

Ia juga menuntut agar pelaku serangan dimintai pertanggungjawaban serta mendorong semua pihak untuk mendukung upaya deeskalasi konflik di Lebanon.

Kementerian Luar Negeri Siprus juga menyampaikan belasungkawa “terhadap keluarga personel perdamaian UNIFIL yang gugur di Lebanon” dan “kepada Republik Indonesia” melalui platform X.

Diketahui, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon selatan, pada Minggu. Serangan tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif mengalami luka-luka.

x|close