Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak seluruh kepala desa di Kecamatan Kedurang dan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto, yakni Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurut Yandri, program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi sebagaimana tertuang dalam Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa guna mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.
"Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa," ujar Mendes dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan koperasi tersebut tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi anggota koperasi yang berasal dari desa itu sendiri.
Selain itu, setidaknya 20 persen dari keuntungan koperasi akan menjadi pendapatan asli desa.
Selain koperasi, Yandri juga menyoroti pentingnya penguatan BUMDes sebagai bagian dari 12 Aksi Prioritas Kementerian Desa PDT.
Ia menegaskan bahwa BUMDes harus memiliki unit usaha nyata yang sesuai dengan potensi lokal, seperti sektor pertanian, pariwisata, maupun jasa, dan bukan sekadar formalitas administratif.
Baca Juga: Mendes Yandri Tekankan Pemutakhiran DTSEN untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan tersebut.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri yang membawa harapan baru. Saya instruksikan kepada seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa di Kedurang maupun Kedurang Ilir untuk segera memetakan potensi lokal masing-masing," kata Bupati Rifai.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mendampingi proses revitalisasi BUMDes agar dapat berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar pelengkap administratif.
Rifai menambahkan bahwa sinergi antara Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes diharapkan mampu memutus rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani di Bengkulu Selatan.
Forum rembug pembangunan desa yang melibatkan Bupati, perangkat daerah, serta seluruh kepala desa di Kedurang dan Kedurang Ilir tersebut digelar untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat kemandirian ekonomi desa.
Dalam kesempatan itu, Yandri juga menyerap aspirasi para kepala desa untuk memahami secara langsung kebutuhan dan tantangan pembangunan di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Mendes Yandri Ajak Pemudik Jadikan Mudik Momentum Kebangkitan Ekonomi Desa
Ia turut menekankan pentingnya kerja sama internasional sebagai strategi penguatan desa ke depan.
"Kami membawa kabar baik mengenai kelanjutan program kerja sama dengan World Bank yang akan memberikan dukungan bantuan langsung ke desa. Ini adalah peluang besar yang harus disiapkan secara matang oleh perangkat desa agar pemanfaatannya tepat sasaran," ujar Mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan desa-desa di Bengkulu Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Yandri juga menyerahkan bantuan berupa bingkisan kepada warga desa serta para santri di wilayah Kedurang.
(Sumber: Antara)
Mendes PDT Yandri Susanto (kanan) menghadiri forum rembug pembangunan desa bersama Bupati Bengkulu Selatan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kedurang dan Kedurang Ilir. ANTARA/HO-Kemendes PDT/aa. (Antara)