Ntvnews.id, Turki - Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu menyatakan bahwa serangan terhadap tanker Altura di Laut Hitam diduga dilakukan menggunakan kapal tanpa awak, bukan pesawat nirawak seperti yang sebelumnya diberitakan.
Sebelumnya, media Turki melaporkan bahwa insiden tersebut melibatkan pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV) tak dikenal yang menyerang kapal tanker Altura di perairan Laut Hitam, lepas pantai Turki. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada kapal dan memicu permintaan bantuan dari awak.
Baca Juga: Turki Tawarkan Mediasi AS dan Iran untuk Lanjutkan Pembicaraan Nuklir
Namun, Uraloglu membantah dugaan tersebut dan memberikan penjelasan berbeda terkait jenis serangan yang terjadi.
"Tidak, kami tidak berbicara tentang UAV, kemungkinan besar, serangan itu dilakukan oleh kapal tanpa awak dan sengaja diarahkan ke ruang mesin untuk melumpuhkan kapal," kata Uraloglu, dikutip dari Anadolu, Kamis, 26 Maret 2026.
Pihak berwenang Turki saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian. Dugaan awal menyebutkan adanya ledakan yang terjadi setelah benturan eksternal pada kapal.
Baca Juga: Rusia Kawal Kapal Tanker Minyak Venezuela yang Diburu AS
Ia juga memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan kesehatan.
"Para ahli akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi; bagaimanapun juga, ledakan tercatat setelah benturan eksternal. Tidak ada masalah kesehatan pada awak kapal, mereka semua warga Turki. Kami telah mengirim spesialis ke lokasi kejadian," ujarnya.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Kapal tanker berlayar di laut lepas. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)