Kapal Induk AD Ditarik dari Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). (Puspen TNI)

Ntvnews.id, Washington D.C - Kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R. Ford, yang sebelumnya terlibat dalam operasi militer di Timur Tengah, ditarik dari kawasan tersebut.

Dilansir dari AFP, Selasa, 24 Maret 2026, kapal induk terbesar di dunia itu kini kembali ke pangkalan di perairan Kreta, Yunani.

Direktur Program Kebijakan Global Universitas Pennsylvania di Washington, AS, Daniel Schneiderman, menilai langkah ini berpotensi mengurangi dukungan militer AS di kawasan konflik.

"Menarik kapal Ford dari medan perang untuk jangka waktu yang signifikan berarti mengurangi dukungan AS terhadap upaya perang," kata Schneiderman.

"Peran Ford dalam pertahanan Israel sangat signifikan," katanya.

Baca Juga: Lokasi Kapal Induk Prancis Bocor Gara-gara Prajurit Pamer Data Strava

Ia menjelaskan, USS Gerald R Ford didukung oleh sejumlah kapal pengiring yang memiliki kemampuan pertahanan udara kuat jika tetap berada di sekitar wilayah Israel. Dengan penarikannya, dampak operasional dalam jangka pendek dinilai akan berkurang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS, Mark Warner, sempat mengkritik penempatan kapal tersebut di Timur Tengah. Ia menilai kapal induk itu telah terlalu lama berada di laut.

"Kapal Ford dan awaknya telah didorong ke ambang batas setelah hampir setahun di laut, dan mereka telah membayar harga atas keputusan militer Presiden Donald Trump yang sembrono," katanya.

Kapal induk AS yang terpantau melintasi perairan Aceh.  <b>(Facebook)</b> Kapal induk AS yang terpantau melintasi perairan Aceh. (Facebook)

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap Iran, menyusul pembicaraan yang diklaimnya berlangsung positif antara kedua pihak.

Trump menyebut dialog tersebut sebagai “sangat baik” dan berpotensi mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir di Timur Tengah. Ia pun memutuskan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Baca Juga: TNI Tegaskan Kapal Induk AS Melintas Selat Malaka Sesuai Hukum Internasional

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyampaikan bahwa pembicaraan intensif selama dua hari terakhir membuka peluang penyelesaian konflik secara menyeluruh.

"Berdasarkan nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu, saya telah menginstruksikan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," katanya.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan tersebut. Sementara itu, Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan ke Teheran, ibu kota Iran, dalam eskalasi terbaru konflik.

x|close