Trump Tunda Serangan ke Iran 5 Hari Usai Klaim Dialog Produktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Donald Trump Donald Trump (Instagram @whitehouse)

Ntvnews.id, Taheran - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menangguhkan rencana serangan terhadap Iran selama lima hari.

Dalam pernyataannya di Truth Social pada Senin, 23 Maret 2026, Trump mengungkapkan bahwa AS dan Iran telah menjalani “pembicaraan yang sangat baik dan produktif” dalam dua hari terakhir terkait upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan perkembangan tersebut, ia memerintahkan penghentian sementara seluruh serangan militer yang menyasar pembangkit listrik serta infrastruktur energi Iran selama lima hari.

"Dengan senang hati saya melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kami di Timur Tengah," kata Trump di media sosialnya.

"Berdasarkan isi dan nada pembicaraan yang mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang pekan, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjutnya.

Baca Juga: Trump: AS Gak Butuh Bantuan Sekutu di Selat Hormuz!

Pernyataan ini menjadi yang pertama dari Trump terkait potensi penghentian konflik sejak perang pecah pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut telah meluas dan melibatkan sejumlah negara Arab, serta memicu krisis energi global.

Lonjakan harga minyak dunia sempat menembus angka 100 dolar AS per barel akibat terganggunya distribusi minyak di Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas energi di kawasan.

Situasi kian memanas setelah Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur listriknya.

Namun, media semi-pemerintah Iran seperti Tasnim dan Fars membantah adanya komunikasi langsung antara kedua negara. Kedutaan Besar Iran di Afghanistan bahkan menyindir pernyataan Trump dengan menyebutnya sebagai bentuk kekhawatiran terhadap ancaman Iran.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pejabat Iran terkait klaim penundaan serangan yang disampaikan oleh Trump.

x|close