Rosan: Tahun Pertama Danantara Fokus Bangun Fondasi Tata Kelola dan Transformasi Aset Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan lembaga tersebut diarahkan pada pembangunan fondasi kelembagaan serta penguatan tata kelola. Langkah itu sekaligus menjadi awal dari berbagai inisiatif strategis yang dirancang untuk mentransformasi pengelolaan aset negara.

“Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujar Rosan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Sepanjang 2025, Danantara disebut telah menyusun lebih dari 27 kebijakan kerangka tata kelola yang diselaraskan dengan regulasi yang berlaku. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Selain membangun fondasi kelembagaan, Danantara juga turut mendukung sejumlah program prioritas pemerintah. Program tersebut antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan bagi masyarakat yang sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Prabowo: Danantara Harus Jaga dan Kelola Kekayaan Negara untuk Masa Depan Bangsa

Dalam aspek dampak sosial, Danantara membentuk Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Lembaga ini dirancang sebagai wadah filantropi dari sovereign wealth fund untuk mendorong investasi sosial di berbagai sektor penting.

“Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi,” ujar Rosan.

Di tingkat global, Danantara juga menggagas forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama sejumlah lembaga internasional. Forum tersebut bertujuan memperkuat praktik terbaik dalam pengelolaan dana sosial jangka panjang.

"Penguatan fondasi kelembagaan turut tercermin dalam persepsi publik, dengan sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara berada dalam sentimen positif, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap arah transformasi yang sedang dijalankan," ujar Rosan.

Melalui unit Danantara Asset Management (DAM), Danantara menjalankan mandat untuk mengelola dan mentransformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Upaya tersebut dilakukan melalui restrukturisasi bisnis dan keuangan, konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor strategis.

CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa <b>(Istimewa)</b> CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa (Istimewa)

“Upaya ini diarahkan untuk membangun perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Danantara Indonesia yang lebih adaptif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan.

Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN, DAM juga menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui berbagai langkah seperti likuidasi, merger, dan divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.

“Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Rosan.

Di sisi lain, Danantara juga mendorong pengembangan industri nasional melalui berbagai proyek hilirisasi lintas sektor dengan potensi investasi mencapai sekitar 26 miliar dolar AS. Sejumlah proyek bahkan telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, seperti pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioetanol, industri ayam terintegrasi, hingga pengolahan garam industri.

"Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

Baca Juga: Prabowo: Kehadiran Danantara dan SDM-nya Buat Pihak Asing Terkesan

Selain DAM, unit Danantara Investment Management (DIM) berperan sebagai lengan investasi global yang bertugas menarik investasi strategis dan memperluas kemitraan internasional.

Pada tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan global melalui penandatanganan berbagai nota kesepahaman dengan nilai komitmen investasi sekitar Rp346 triliun.

DIM juga memperluas kapasitas pembiayaan nasional dengan menambah potensi pendanaan sekitar Rp150 triliun melalui berbagai instrumen keuangan, termasuk pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility dari lembaga keuangan global.

Selain itu, DIM mulai terlibat dalam sejumlah proyek investasi strategis, salah satunya pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah, yang diharapkan memperkuat ekosistem halal global sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.

DIM juga terlibat dalam investasi pada proyek pembangunan nasional, termasuk kerja sama investasi pada fasilitas waste-to-energy yang diperkirakan mampu memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp1,3 hingga Rp1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.

Secara keseluruhan, berbagai langkah tersebut menunjukkan fokus utama Danantara pada tahun pertama operasionalnya, yakni membangun fondasi kelembagaan yang kuat, memperbaiki tata kelola, serta menciptakan sistem pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada nilai jangka panjang.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” ujar Rosan.

x|close