Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat berpenghasilan rendah menjelang Lebaran 2026. Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional per 10 Maret 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk mendukung program penyaluran bantuan tersebut.
Selain anggaran, stok pangan juga telah disiapkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar selama periode penyaluran yang direncanakan berlangsung selama dua bulan.
Dalam program ini, total beras yang disalurkan mencapai 664.800 ton, sementara minyak goreng yang disiapkan sebanyak 132.900 kiloliter.
Setiap penerima bantuan akan memperoleh beras sebanyak 10 kilogram per bulan serta minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan.
Baca Juga: BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026
Bantuan tersebut diberikan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Program bantuan pangan ini menyasar sekitar 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia.
Penyaluran dilakukan oleh Perum Bulog yang mendistribusikan beras dan minyak goreng dari gudang ke titik pembagian di tingkat desa maupun kelurahan.
Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima dapat mengambil bantuan melalui kantor kepala desa atau kelurahan setempat.
Baca Juga: BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun
Pemerintah berharap program ini dapat membantu menjaga stabilitas konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dan rentan.
Selain itu, bantuan pangan juga diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi pangan baik di tingkat daerah maupun nasional, terutama menjelang momentum hari.
Berikut Infografiknya:
Bantuan pangan beras dan minyak goreng disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah mulai awal Maret 2026 guna menjaga daya beli mereka saat Lebaran 2026. (Antara)
Bantuan pangan beras dan minyak goreng disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah mulai awal Maret 2026 guna menjaga daya beli mereka saat Lebaran 2026. (Antara)