Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat Tewaskan Empat Warga Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 07:26
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemukim Ilegal Israel sita Domba Warga Palestina di Tepi Barat Pemukim Ilegal Israel sita Domba Warga Palestina di Tepi Barat (Antara)

Ntvnews.id, Tepi Barat - Serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat menewaskan empat orang. Insiden ini menjadi bagian dari meningkatnya kekerasan di kawasan tersebut.

Dilansir dari AFP, Selasa, 10 Maret 2026, wartawan AFP menyaksikan prosesi pemakaman keempat korban. Suasana duka menyelimuti keluarga korban ketika para pelayat membawa jenazah sambil diiringi tangis kerabat yang tidak kuasa menahan kesedihan.

Rentetan pembunuhan tersebut menjadi peristiwa terbaru dari meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak pecahnya perang di Gaza Strip pada Oktober 2023.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dua korban yang ditembak oleh pemukim Israel adalah Thaer Faruq Hamayel (24) dan Farea Jawdat Hamayel (57). Keduanya tewas di wilayah Abu Falah yang terletak di timur laut Ramallah. Namun, waktu pasti terjadinya penembakan tersebut tidak disebutkan.

Baca Juga: Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Yordania Tangani Krisis Kemanusiaan Gaza dan Tepi Barat

Seorang saksi bernama Hamid Khattab mengatakan kepada AFP bahwa para pemukim awalnya menggunakan pistol sebelum akhirnya memperoleh senjata otomatis.

Dalam unggahan di platform X, Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengecam kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai "serangan brutal terhadap warga sipil yang tidak bersalah".

Pihak militer Israel kemudian mengirim pasukan ke Abu Falah setelah menerima laporan adanya serangan terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh warga sipil Israel di dekat rumah mereka.

"Kemudian, dilaporkan bahwa dua warga Palestina tewas akibat tembakan. Selain itu, dilaporkan bahwa seorang warga Palestina lainnya meninggal karena sesak napas," lanjut pernyataan itu.

Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) <b>(Antara)</b> Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) (Antara)

Komandan militer Israel di wilayah Tepi Barat, Avi Bluth, juga mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel terhadap warga Palestina.

"Ini adalah insiden yang tidak dapat diterima," kata Avi Bluth.

"Tidak akan ada toleransi bagi warga sipil yang main hakim sendiri. Tindakan ini berbahaya, tidak mewakili rakyat Yahudi atau Negara Israel," tambahnya.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Israel ubah Lahan Tepi Barat Jadi 'tanah negara'

Sebelumnya, pada Sabtu, 7 Maret 2026 Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah bersama seorang wali kota setempat melaporkan bahwa seorang pria Palestina tewas ditembak pemukim Israel dan saudaranya terluka dalam serangan di desa Wadi al-Rakhim di Tepi Barat.

Ketua Dewan Desa Tuwani, Mohammad Rabai, mengatakan kepada AFP bahwa para pemukim masuk ke rumah-rumah warga dan menyerang keluarga Amir Mohammad Shnaran. Amir dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa tentara dan polisi dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai "konfrontasi kekerasan" antara warga Israel dan Palestina. Informasi awal menyebut seorang tentara cadangan melepaskan tembakan, dan penyelidikan masih berlangsung.

x|close