Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyampaikan bahwa pembahasan mengenai implementasi Board of Peace (BoP) untuk sementara ditunda seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Iran Tunda Pemilihan Penerus Ali Khamenei karena Situasi Keamanan
Pemerintah Indonesia saat ini terus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut, sekaligus memprioritaskan upaya perlindungan warga negara Indonesia (WNI) serta menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
“Segala pembahasan tentang BoP saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold. Fokus diplomasi Indonesia saat ini adalah memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia di wilayah terdampak konflik, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi eskalasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang, dikutip Jumat (6/3).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) (Antara)
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan keterangan Sugiono pada Rabu (4/3), yang menyebutkan bahwa koordinasi lanjutan terkait Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk sementara waktu ditangguhkan.
“Tidak ada meeting atau pembahasan khusus terkait BoP dalam seminggu terakhir ini,” imbuhnya.
Yvonne Yusgiantoro menegaskan bahwa setiap keputusan terkait partisipasi Indonesia dalam berbagai mekanisme internasional akan didasarkan pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta mempertimbangkan kepentingan nasional.
Ia juga menambahkan bahwa Indonesia secara konsisten berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Karena itu, pemerintah Indonesia akan terus berupaya mencari cara paling efektif dan memainkan peran konstruktif di berbagai forum internasional untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Yvonne Mewengkang (Antara)