Hampir Sepekan Tergenang, BNPB Intensifkan Penanganan Banjir di Grobogan dan Demak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 14:44
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto udara kondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa, 17 Februari 2026. Pusdalops BPBD Grobogan dan Demak melaporkan tingginya curah hujan di sepanjang Sungai Tuntang pada 15-16 Februari 2026 mengakibatkan jebolnya dua titik tanggul sehingga melumpuhkan jalur utama Semarang-Purwodadi di Kecamatan Gubug dan merendam ratusan rumah warga dan berdampak pada 3.924 jiwa di kedua kabupaten tersebut. ANTARA FOTO/Aji Styawan/bar. Foto udara kondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa, 17 Februari 2026. Pusdalops BPBD Grobogan dan Demak melaporkan tingginya curah hujan di sepanjang Sungai Tuntang pada 15-16 Februari 2026 mengakibatkan jebolnya dua titik tanggul sehingga melumpuhkan jalur utama Semarang-Purwodadi di Kecamatan Gubug dan merendam ratusan rumah warga dan berdampak pada 3.924 jiwa di kedua kabupaten tersebut. ANTARA FOTO/Aji Styawan/bar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat langkah penanganan banjir yang hampir sepekan menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa banjir di Grobogan telah berdampak luas sejak 15 Februari 2026. Tercatat sebanyak 10.061 keluarga terdampak dengan 9.736 unit rumah terendam air.

Hingga Jumat, 20 Februari 2026, genangan masih terjadi di sejumlah titik. Wilayah dengan dampak paling parah berada di Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong, yang kini masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan menetapkan status tanggap darurat yang berlaku setidaknya hingga 22 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca Juga: Jumat Siang, Banjir di Kebon Pala Jaktim Capai Satu Meter Lebih

Sementara itu, di Kabupaten Demak, BNPB mencatat sebanyak 8.163 unit rumah ikut terdampak banjir. Hasil pemantauan visual tim reaksi cepat BNPB menunjukkan area persawahan di Kebonagung, Plangwetan, dan Tlogosih masih tergenang.

BNPB memastikan pendampingan intensif terus diberikan kepada pemerintah daerah hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Menurut Abdul Muhari, salah satu fokus utama penanganan adalah mempercepat perbaikan tanggul yang jebol akibat terjangan luapan Sungai Tuntang. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menutup titik-titik kerusakan yang memicu meluasnya genangan banjir di wilayah Demak dan Grobogan.

Baca Juga: BPBD DKI Catat 61 RT dan 6 Jalan Tergenang Banjir Imbas Hujan Deras

(Sumber: Antara) 

x|close