Ntvnews.id, Jakarta - Informasi di atas bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dan cenderung hendak melakukan bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog atau psikiater, serta mendatangi klinik kesehatan mental.
Seorang bocah perempuan di Kabupaten Demak ditemukan meninggal dunia di rumahnya p ada Kamis (12/2) sore. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban diketahui sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp berisi kata-kata kasar makian yang diduga dikirim oleh ibunya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, menjelaskan bahwa unggahan tersebut dibuat beberapa hari sebelum kejadian.
Tangkapan layar dari ponsel korban itu sempat beredar melalui akun Instagram @infodemakraya. Dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah kata bernada keras. Korban juga menuliskan keterangan pada unggahannya yang berbunyi, “Di balik tawa gua disisi lain aku juga cape”.
Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar rumah, ibu korban tiba di kediaman bersama adik korban menggunakan mobil. Ia masuk ke dalam rumah pada pukul 18.01 WIB sambil menggendong anak yang lebih kecil.
Tak lama setelah masuk, ibu korban mendapati putrinya sudah dalam kondisi tergantung. Sekitar pukul 18.03 WIB, ia keluar rumah dalam keadaan panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Ibu korban menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.
Baca Juga: Kapolri Perintahkan Buru Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai
Mendengar teriakan itu, sejumlah tetangga berdatangan untuk membantu. Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik keluarga yang dikemudikan tetangga, sementara ibu korban menyusul dengan sepeda motor.
Hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan adanya tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa gantung diri. Ditemukan luka lecet di bagian leher yang konsisten dengan jejas gantung serta indikasi mati lemas. Perkiraan waktu kematian disebut terjadi antara dua hingga enam jam sebelum visum dilakukan.
Polisi menerima laporan kejadian sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta pengumpulan keterangan. Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV dan temuan medis, penyidik menilai tidak terdapat indikasi pembunuhan.
Rentang waktu antara ibu korban masuk dan keluar rumah dinilai terlalu singkat untuk mengarah pada dugaan tindak kekerasan. Selain itu, aktivitas terakhir pada ponsel korban tercatat pukul 16.25 WIB dan tidak ditemukan adanya orang lain yang masuk ke rumah hingga ibu korban tiba.
Polisi juga membenarkan bahwa sebelumnya sang ibu beberapa kali mengirim pesan bernada marah kepada korban. Meski demikian, penyidik menegaskan belum dapat menyimpulkan secara pasti motif atau penyebab korban mengambil langkah tersebut karena masih diperlukan pendalaman lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dengan anak. Orang tua juga diharapkan aktif memantau aktivitas media sosial serta membangun ruang dialog yang terbuka agar anak merasa didengar dan diperhatikan.
Ilustrasi gantung diri. (Antara)