DPR Minta Polisi Usut Teror ke Ketua BEM UGM: Itu Pembungkaman!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 15:56
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Surat buatan Anak SD NTT yang bunuh diri gara-gara gak mampu beli buku. Surat buatan Anak SD NTT yang bunuh diri gara-gara gak mampu beli buku. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta polisi mengusut tuntas teror terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Yogyakarta, Tiyo Ardianto, pasca menyuarakan kasus siswa SD bunuh diri di NTT. Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi mengecam keras aksi teror tersebut dan menyebutk

"Tindakan teror kepada Adinda Tiyo, Ketua BEM UGM tentu sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi itu, itu sama saja dengan praktik pembungkaman," ujar Hilman, Jumat, 13 Februari 2026.

Atas itu, Hilman mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas siapa dalang di balik aksi teror terhadap Tiyo. Ia menilai, suara Tiyo adalah wujud kebebasan berpendapat dan dilindungi oleh hukum.

"Saya minta aparat mengusut tuntas siapa dalam aksi teror ke adinda Tiyo. Bagaimanapun suara Tiyo itu adalah wujud keterbukaan, wujud kebebasan berpendapat yang sangat perlu dihormati," jelas dia.

Ia pun mengingatkan semua pihak untuk menahan diri terhadap setiap dinamika yang terjadi, termasuk terkait dengan kasus bunuh diri seorang anak SD di NTT.

"Semua pasti berduka, saya juga sangat prihatin dengan apa yang dialami anak kita di NTT, tapi menyikapi hal itu juga perlu keterbukaan hati, kekuatan pikir, dan setiap kritik terhadap penanganan kasusnya harus disikapi dengan bijak, bukan malah dengan teror," tandas politikus PKB.

x|close