Junta Myanmar Berulah, Lima Warga Sipil Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 12:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Jumat, 1 Agustus 2025. Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Jumat, 1 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Naypyidaw - Junta militer Myanmar melancarkan serangan udara di wilayah tengah negara itu yang menewaskan sedikitnya lima warga sipil dan melukai 13 orang lainnya, berdasarkan laporan media lokal pada Rabu, 11 Februari 2026.

Menurut laporan DVB, jet tempur milik junta menggempur Desa Chatkan di Township Pauk, Region Magway, pada Selasa, 10 Februari 2026.

“Salah satu bom menghantam sebuah toko dan menewaskan lima orang di tempat,” ujar seorang pekerja bantuan kemanusiaan di Chatkan, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 11 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa tiga dari 13 korban luka berada dalam kondisi kritis.

Selain itu, sepuluh orang lainnya dilaporkan turut mengalami luka akibat serangan tersebut.

Wilayah tersebut diketahui sebagian berada di bawah kendali People’s Defense Force (PDF).

Baca Juga: China Eksekusi Mati 11 Anggota Sindikat Penipuan Myanmar, Termasuk Keluarga Ming

PDF dibentuk pada 2021 sebagai sayap bersenjata Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar. Kelompok ini didirikan untuk melawan junta militer setelah kudeta 1 Februari 2021.

Sebelumnya, PDF mengklaim telah menewaskan sedikitnya 18 tentara junta dalam bentrokan di Desa Thichauk, Pauk, pada 4 Februari. Lebih dari 5.000 warga dilaporkan terpaksa mengungsi akibat serangan udara dan pertempuran di kawasan tersebut.

Pada bulan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan sedikitnya 170 warga sipil tewas dalam lebih dari 400 serangan udara selama periode pemilu Myanmar.

Bendera Myanmar <b>(Pixabay)</b> Bendera Myanmar (Pixabay)

Konflik antar kelompok etnis juga semakin meningkat di tengah perang saudara yang telah berlangsung hampir empat tahun sejak kudeta militer Februari 2021.

Pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada 2021 menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin Liga Nasional untuk Demokrasi di bawah Aung San Suu Kyi, serta membawa Myanmar ke dalam lebih dari empat tahun masa pemerintahan darurat.

Menurut pemantau hak asasi manusia, lebih dari 6.000 orang tewas dan hampir tiga juta lainnya mengungsi akibat pertempuran antara junta dan kelompok oposisi.

x|close