Ntvnews.id, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Rizal Edwin Manansang menegaskan bahwa kawasan ekonomi khusus harus difungsikan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Rizal, KEK tidak hanya berperan sebagai pusat investasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menata pembangunan antar daerah agar lebih merata dan berkelanjutan.
“KEK harus difungsikan sebagai suatu kawasan untuk mendorong lokomotif pertumbuhan ekonomi. Kemudian juga bagaimana kita menata pembangunan antar daerah, meningkatkan foreign direct investment (FDI), serta memperluas kesempatan kerja,” ujar Rizal Hal itu disampaikannya dalam acara Nusantara Sustainability Trend Forum (Nature) 2026 sesi diskusi yang membahas masa depan EV, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menekankan, salah satu sektor yang kini menjadi fokus pengembangan di KEK adalah industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Penguatan industri EV dinilai sejalan dengan agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang tengah didorong pemerintah.
Melalui pembangunan industri EV, Rizal berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu memperoleh transfer teknologi dari para investor global.
“Melalui pembangunan industri EV ini kita berharap nantinya kita bisa mendapatkan transfer teknologi. Kemudian bagaimana kita memperluas lapangan kerja, dan tentu saja sumber daya manusia kita juga harus ditingkatkan,” katanya.
Rizal menambahkan, pengembangan industri EV di kawasan ekonomi khusus diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan investasi asing, penguatan rantai pasok dalam negeri, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.
Dengan strategi tersebut, KEK diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Indonesia menuju industri berbasis teknologi dan berdaya saing global, sekaligus mendukung agenda keberlanjutan yang menjadi tema utama forum tersebut.
Natrue 2026: Diskusi Transisi Energi dan Masa Depan EV: Dari Ambisi ke Implementasi (NTVnews / Dedi)