Hashim: Swasembada Beras Tercapai Lebih Cepat, Tekan Deforestasi dan Perkuat Ekonomi Petani

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 12:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (NTV)

Ntvnews.id, JakartaUtusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, Pemerintah mencatat swasembada beras tercapai lebih cepat dari target, yakni 3–4 tahun lebih awal dari proyeksi 2029.

Hashim menyebut capaian ini berdampak langsung pada upaya menjaga hutan. Hal ini disampaikan Hashim saat memberikan sambutan di acara Nusantara Sustainability Trend Forum 2026 (Nature 2026) di Nusantara Ballrom, NT Tower, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

“Karena kita sudah swasembada beras, tekanan untuk membuka lahan baru semakin berkurang. Ini sangat penting bagi lingkungan hidup,” ujar Hashim.

Hashim Djojohadikusumo dan Nurdin Tampubolon <b>(NTVNews.id: Dedi)</b> Hashim Djojohadikusumo dan Nurdin Tampubolon (NTVNews.id: Dedi)

Menurut Hashim, kebijakan peningkatan harga pembelian gabah dari Rp4.000 menjadi Rp6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk 20 persen menjadi insentif bagi petani.

“Ini market-based solution. Pendapatan petani naik, produksi meningkat, dan kita tidak perlu ekspansi lahan besar-besaran,” katanya.

Ia juga menyebut Indonesia tidak mengimpor beras selama satu tahun terakhir, yang turut memengaruhi harga beras internasional.

“Menjaga alam dan menggerakkan ekonomi bisa berjalan bersamaan. Itu sudah terbukti,” tutup Hashim.

x|close